Kumparan Logo
Konten Media Partner

Puisi Taufiq Ismail dan Tausyiah Prie GS di HUT Kota Pekalongan

PanturaPostverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puisi Taufiq Ismail dan Tausyiah Prie GS di HUT Kota Pekalongan
zoom-in-whitePerbesar

PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan menggelar Pentas Seni religi, Tausyiah Budaya dan Baca Puisi, Senin (2/4/2018) malam, di Kawasan Budaya Jetayu. Kegiatan itu untuk menyemarakkan hari jadi ke-112 Kota Pekalongan tahun 2018,

Walikota Pekalongan, Syaelany Machfudz dan Taufiq Ismail membacakan puisi tentang Kota Pekalongan, serta dihibur musik religi oleh Opick. Di depan ribuan warganya, Walikota Pekalongan Saelany Machfudz membacakan Puisi tentang Kota Pekalongan dari sebuah buku antologi puisi bertajuk 101 Puisi tentang Kota Pekalongan.

Puisi Taufiq Ismail dan Tausyiah Prie GS di HUT Kota Pekalongan (1)
zoom-in-whitePerbesar

Puisi pertama yang dicakan bertajuk “Andai Kota Pekalongan Kota Impian” karya Islah Sofiati dan puisi yang kedua ia membacakan puisi karya sendiri yakni “Senandung Kali Loji”.

“Sebenarnya saya sudah tidak produktif lagi dalam menulis puisi, maka dari itu sebagai bentuk apresiasi saya kepada masyarakat serta menyalurkan hobi saya di bidang sastra ini saya akan bacakan puisi dari salah satu antologi puisi yang sudah pernah saya ikuti waktu itu,” kata Saelany.

Usai Saelany, giliran Taufiq Ismail pun membacakan puisi untuk masyarakat Kota Pekalongan. Setelah itu, ia pun memberikan kenang-kenangan berupa antologi puisi karya Taufiq Ismail.

“Sebagai rasa terima kasih karena telah mempimpin kota kesayangan kita. Saya akan memberikan hadiah buku puisi saya judulnya rerumputan dedaunan. Ini puisi terjemahan 160 penyair amerika selama 130 tahun, dari tahun 1850an 1980. Semoga pak wali yang juga suka menulis puisi bisa berbahagia dan terinspirasi,” kata Taufiq Ismail.

Puisi Taufiq Ismail dan Tausyiah Prie GS di HUT Kota Pekalongan (2)
zoom-in-whitePerbesar

Sementara itu, Prie GS yang hadir dalam acara tersebut menceritakan kisahnya saat menjadi jurnalis dan berkunjung ke Eropa. Ia menceritakan saat berkunjung ke Eropa ditanya oleh orang eropa tentang bau asap dari rokok yang dihisap oleh orang Indonesia berbau tidak enak.

"Saya beruntung bisa diberi kesempatan berkeliling, dan paling berkesen saat di Eropa, orang di sana bertanya kenapa bau asap rokok Indonesia berbau tidak enak, saya hanya tersenyum dan menjawab, itu bukan rokok tapi budaya yang menjadikan Indonesia kuat," imbuhnya.

Budayawan tersebut mengartikan bukan rokoknya yang membuat orang-orang Eropa terkesan namun pelestarian budaya.

"Begitu juga Kota Pekalongan yang terkenal dengan sebutan Kota Kreatif Dunia, ini yang menjadikan orang luar sangat mengagumi Kota Pekalongan. jadi HUT ke-112 ini bisa dijadikan momen agar Kota Pekalongan semakin kratif dan inovatif," pungkas dia.

Reporter: Fajar Eko Nugroho

Foto-foto: Humas Pemkot Pekalongan

Editor: Muhammad Irsyam Faiz