Sapi di Brebes Dicekoki Jamu Agar Tubuhnya Gemuk

BREBES - Setiap menjelang Idul Adha, banyak peternak hewan qurban mulai menjajakan ternaknya. Di antaranya sapi dan kambing, hewan yang umumnya digunakan untuk berkurban di wilayah Indonesia.
Di Brebes, geliat persaingan antar peternak mulai tampak. Untuk itu para peternak berusaha menampilkan hewan qurban yang berkualitas, sehat dan gemuk. Sehingga membuat daya tarik pembeli meningkat.
Salah satu peternak sapi asal Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Idi Fitriyadi (51) mempunyai cara tersendiri untuk membuat sapinya sehat, berstamina dan gemuk. Dia memberikan jamu tradisional pada ternaknya setiap pagi dan sore hari.
"Ini ramuan saya bikin sendiri, untuk menambah nafsu makan dan supaya terhindar dari penyakit, sehingga sapi sapi saya sehat dan berkualitas," jelas Idi Fitriyadi, Minggu (28/7).
Hal tersebut dilakukan menurut Idi untuk bisa bersaing dengan pedagang hewan kurban yang menjamur saat datang Idul Adha. Tak sedikit juga pedagang dadakan yang mendirikan kandang di pinggir jalan. "Kalau saya ini ikutnya penggemukan saja. Jadi sudah sedari bulan Maret sudah ada di kandang, kita rawat dan berharap laku semua," tuturnya.
Dengan ramuan tersebut, kata Idi dapat mendongkrak nafsu makan, sehingga pertumbuhan semakin pesat dan tampak gemuk, namun berisi.
Tim Panturapost berkesempatan mendatangi kandang sapi milik Idi dan para pekerjanya tengah meramu jamu tradisional tersebut. Bahan yang dipakai pada dasarnya sama dengan jamu yang dikonsumsi manusia. Di antaranya kunyit biasa, kunyit putih, jahe merah, jahe biasa, temulawak, temu ireng, sereh dan ditambah sedikit garam.
"Untuk menambah rasa, saya tambah pemanis dari tetes tebu atau pohot dan sebagai protein kita masukkan telur ayam. Semua rempah rempah itu ditumbuk dan dikasih air. Selanjutnya direbus hingga mendidih," terang Idi.
Setelah mendidih, ramuan tersebut disaring dan didinginkan. Selanjutnya dapat diberikan pada sapi menggunakan pipa pralon yang satu sisinya ditutup.
Setelah diberi jamu tradisional beberapa bulan, sapi milik Idi terlihat gemuk. Bobotnya bertambah antara 25 hingga 30 persen jika dibandingkan sapi yang tidak diberi jamu. "Dulu sebelum pakai cara ini, bobot sapi hidup hanya 5 kwintal dengan daging yang dihasilkan 100 Kg. Sekarang bisa sampai 7 kwintal lebih, dagingnya 130 Kg," katanya.
Pemberian jamu tradisional ini juga kata Idi bisa membuat sapi terhindar dari penyakit cacing hati. Meski demikian, dirinya tetap memeriksakan hewan ternaknya itu dengan mendatangkan petugas dari Dinas Peternakan langsung ke kandangnya. (*)
Reporter : Yunar Rahmawan
Editor : Muhammad Abduh
