kumparan
25 Jan 2019 0:45 WIB

Tabloid 'Indonesia Barokah' Sasar 6 Masjid di Brebes

Pengurus masjid di Banjarharjo, Brebes mendapat paket kiriman berisi tabloid 'Indonesia Barokah'. (Foto: Dok. Panwascam Banjarharjo)
BREBES – Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Banjarharjo, Kabupaten Brebes, menindaklanjuti laporan warga terkait peredaran tabloid 'Indonesia Barokah' yang dinilai menyudutkan salah satu pasangan calon (paslon) di Pilpres 2019. Sedikitnya, ada enam masjid di Kecamatan Banjarharjo, Brebes, yang mendapatkan kiriman paket yang berisi tabloid 'Indonesia Barokah' pada Kamis (24/1).
ADVERTISEMENT
Ketua Panwascam Banjarharjo, Moh. Azam, mengatakan pihaknya pertama kali memperoleh informasi itu dari Babinsa Koramil 14 Banjarharjo pada Kamis petang. Saat itu, Babinsa tersebut mendapat laporan dari pengurus Masjid Al Husna, Muhaimin (48), warga RT 05/RW 01, Desa/Kecamatan Banjarharjo, yang mendapat paketan tabloid 'Indonesia Barokah' sekitar pukul 15.00 WIB.
"Alamat pengirim dari Pondok Melati, Bekasi. Selanjutnya, dari hasil koordinasi dengan beberapa pengurus masjid, saat itu, kami mengimbau agar segera menyerahkan tabloid tersebut," katanya.
Paket berisi tabloid 'Indonesia Barokah' diterima pengurus Masjid Al-Husna, Banjarharjo. (Foto: Dok. Panwascam Banjarharjo)
Menurut Azam, ada lima masjid lain di Kecamatan Banjarharjo yang juga mendapatkan paketan tabloid 'Indonesia Barokah', di antaranya adalah sebagai berikut:
-Masjid Cikuya (2 paket): sudah diamankan di Balai Desa Cikuya.
-Masjid Baiturrahman di Desa Dukuhjeruk (3 paket): sudah diserahkan ke polsek setempat.
ADVERTISEMENT
-Masjid Al Ikhsan di Desa Ciawi (3 paket): sudah diserahkan ke panwascam.
-Masjid Desa Cibendung (3 paket): sudah diserahkan ke panwascam.
-Masjid Raudhatul Mustaqim di Dukuh Sindangraja, Desa Bandungsari (3 paket): sudah diserahkan ke panwascam.
Selain itu, satu paket tabloid tersebut juga dikirimkan ke sebuah pondok pesantren di Banjarharjo. Selain menyasar masjid dan pesantren, Desa Malahayu juga menerima tabloid sebanyak 4 paket.
“Pelapor telah menerima amplop berwarna coklat, begitu dibuka dan dibaca ternyata isinya bermuatan politik, serta menjelekkan salah satu paslon capres. Kami bersama Babinsa langsung terjun ke lokasi guna langkah antisipasi dan mengamankan barang bukti untuk dikaji karena berkaitan dengan isu black campaign,” ucap Moh. Azam.
Atas temuan ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi pada masa-masa menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 ini. Menurutnya, ujaran kebencian dan provokasi dalam bentuk apapun terhadap salah satu calon pemimpin bangsa akan berpengaruh terhadap kondusivitas wilayah.
ADVERTISEMENT
"Jika ditelan mentah masyarakat pembaca, tentunya akan menimbulkan konflik dualisme antar-pendukung paslon," katanya.
Selain itu, lanjutnya, pihak panitia pengawas juga telah berkoordinasi dengan Kantor Pos Kabupaten Brebes. Jika ada paketan dengan alamat serupa, pihak kantor pos diimbau agar segera menyimpan atau menunda pengirimannya sampai ada kajian. Kendati demikian, pihak kantor pos mengaku hanya menyampaikan paketan kepada alamat yang tertera dan tidak mengetahui isinya.
---
Reporter: Fajar Eko Nugroho
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan