Tahu Murni Tegal yang Menjaga Cita Rasa

TEGAL - Bagi warga Tegal dan sekitarnya, nama toko Tahu Murni sudah tidak asing lagi. Toko yang menjual tahu aci Tegalan puluhan tahun, tetap menjaga kualitasnya.
Memang Tahu Aci Tegalan memang rasanya berbeda dengan tahu aci yang ada di kota-kota lainnya. Mungkin jenis tahu yang berbeda, membuat Tahu Aci Tegal memiliki rasa khas yang tidak bisa ditiru.
Tahu Murni H Siti Rochmah terletak di Jalan Raya Utara Adiwerna-Banjaran, Kabupaten Tegal. Apabila dari Kota Tegal, toko tersebut dapat ditempuh sekitar 10 menit saja.
Pemilik Tahu Murni Adiwerna Toerah Soetjanto, 68 tahun mengatakan kios di Adiwerna merupakan cikal bakal Tahu Murni. "Kios di sini merupakan cikal bakalnya. Sudah ada tahun 1966 atau sudah jualan sejak 53 tahun," katanya.
Mula-mula Tahu Murni menggunakan kios sederhana yang ada di pinggir jalan."Masih kios sederhana pinggir jalan sekitar lokasi sekarang. Sekitar 10 tahun lebih baru beli kios tetap," katanya.
Ia menuturkan Tahu Murni Siti Rochmah mulai berjualan pada tahun 1951 oleh ibunya. Toerah sendiri termasuk penerus generasi kedua Tahu Aci Murni. "Yang merintis ibu saya. Namun waktu itu saya belum lahir," tuturnya sambil mengingat.
Selama itu beberapa kali pindah lokasi kios jualan. Namun jarak pindahnya masih di sekitar 10 meter dari lokasi yang sekarang ditempati. Selain di Jalan Raya Utara Adiwerna-Banjaran, Tahu Murni lainnya ada di tiga yakni 2 di Kota Tegal dan satu lainnya berada di Dampyak, Kramat Kabupaten Tegal.
Toerah mengaku nama "Tahu Murni" sendiri telah dipatenkan. Tujuannya agar membedakan dengan Tahu Aci lainnya. "Biar membedakan bahwa ini adalah Tahu Murni yang asli," terangnya.
Sebenarnya penamaan 'Murni' sendiri berasal dari nama bioskop yang dibongkar tersebut. Sehingga pembeli pun mengenalnya dengan nama Tahu Murni. "Kebetulan jualan depan bioskop yang bernama Murni, maka disebutnya dengan Tahu Aci Murni," katanya.
Kios yang ada di sudah ditempati sudah berumur 53 tahun atau sudah sejak tahun 1966.
Menjaga Cita Rasa Tanpa Bahan Kimia
Bagi Toerah, cita rasa adalah hal yang utama. Untuk itu menjaga kualitas dari bahan makanan bebas dari bahan kimia adalah yang ia pegang teguh.
"Saya jamin Tahu Aci Murni bebas bahan kimia. Pewarna kuningnya menggunakan kunyit. Makanya proses pembuatannya agak lama," ujarnya.
Tahu Aci Murni tak beda jauh dengan Tahu Aci Tegalan lainnya. Dengan terbuat dari tahu kuning goreng, kemudian diberi adonan aci yang terbuat dari aci, bawang putih, garam, tahu, dan kucai. Untuk satu biji Tahu Aci Murni bentuk segi empat, dijual seharga Rp 2.500.
Saat membeli tahu bisa langsung digoreng agar dapat dimakan atau dalam bentuk mentah untuk dibawa dalam perjalanan. "Bisa langsung digoreng atau dalam bentuk mentah yang tahan hingga enam hari," katanya.
Sementara Tahu Aci menyediakan porsi besek dan bungkus kertas karton. Porsi satu besek berisi 20 biji tahu dan beberapa biji cabai dibungkus satu. Untuk bungkus kertas karton, menjadi pilihan bagi yang ingin membeli beberapa biji saja.
"Bisa satu paket besek atau per biji. Kertas karton sudah jadi legenda yang kami jaga," ungkap Toerah. (*)
Reporter : Reza Abineri
Editor : Muhammad Abduh
