Kumparan Logo
Konten Media Partner

Petugas Tak Tangani Sampah, Warga Kota Tegal Terpaksa Membakarnya

PanturaPostverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah seorang warga Kota Tegal membakar sampah, Rabu (20/2). (Foto: Reza Abineri)
zoom-in-whitePerbesar
Salah seorang warga Kota Tegal membakar sampah, Rabu (20/2). (Foto: Reza Abineri)

TEGAL - Aksi bakar sampah masih sering dilakukan oleh warga di Kota Tegal, Jawa Tengah. Membakar sampah dianggap sebagai cara pengelolaan sampah yang mudah.

Pun seperti yang dilakukan oleh Mansur (56), seorang warga yang mengaku sering mengumpulkan sampah di Taman Kota Tegalsari, Tegal Barat. Sampah anorganik seperti plastik hingga organik seperti rumput, ia bakar di dekat taman.

"Sudah hampir setengah jam mengumpulkan (sampah) sekitar. Mulai dari ujung barat hingga ke sini (timur). Kemudian dibakar," katanya, Rabu (20/2).

Sebenarnya, pria lulusan SD ini merupakan buruh serabutan. Setiap harinya, menunggu barang untuk ia pikul. "Sejak dua tahunan rajin ngumpulin dan bakar sampah di sini. Menumpuk kalau dibiarkan, mas. Aslinya kalau di sini sebagai buruh serabutan, nunggu barang," ujarnya.

Mansur sendiri sadar, caranya untuk membakar sampah mengganggu warga bahkan pengendara yang lewat. Apalagi, asap sampah yang membubung tinggi dapat mengganggu kesehatan.

"Sadar sekali, asapnya keluar ke mana-mana. Tidak menyehatkan, sehingga mengganggu kesehatan," ungkapnya.

Namun, cara tersebut terpaksa dia lakukan, lantaran sampah jarang diangkut oleh petugas kebersihan. Alhasil, sampah kerap berserakan di taman, jalan hingga ke selokannya. Mansur mengaku bingung untuk melaporkan kepada petugas terkait persoalan sampah.

Hal tersebut lantaran petugas kebersihan kerap kali hanya mengambil sampah di tempat-tempat tertentu. "Bingung mau ngomong ke siapa. Petugas seringnya ngambil sampah di rumah, toko, atau kantor yang sudah membayar iuran. Sementara di sini kan, taman. Harusnya urusannya langsung ke pemerintah," kata Mansur.

Hal serupa juga dialami oleh warga Tegalsari lainnya, Toiman (43). Ia terpaksa membakar lantaran sampah jarang diangkut oleh petugas kebersihan.

"Memang jarang ke sini. Padahal (lokasinya) ada di jalan lingkar. Sepertinya mengangkut sampah yang sudah jadi langganan (iuran) ke petugas," ungkapnya. Keresahan Mansur dan Toiman cukup dimaklumi.

Sementara itu, dalam penelusuran Panturapost, mulai dari Kecamatan Tegal Barat hingga Margadana, Kota Tegal, hampir ditemukan lokasi tumpukan sampah yang bekas dibakar.

Lokasi bekas sampah dibakar itu pun bukan di tempat yang diperuntukkan pembuangan sampah. Rata-rata lokasinya dekat tambak warga.

---

Reporter: Reza Abineri

Editor: Irsyam Faiz