Taman dan Trotoar di Batang akan Diubah Seperti Malioboro

Rencana penataan di depan Rumah Dinas Bupati Batang. (Foto: Edo/Humas Pemkab Batang)
BATANG - Pada 2019 mendatang wajah penataan wilayah perkotaan Batang akan diubah layaknya kawasan Malioboro di Yogyakarta. Pemerintah setempat akan membuat Batang bukan hanya sebagai daerah lintasan tapi juga kota yang ramah lingkungan dan nyaman untuk dikunjungi.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Batang, Ari Yudianto mengatakan, wilayah yang akan ditata salah satunya berada di kawasan Jalan Dr. Sutomo. Di sana, kata dia, jalannya sudah mulai di bangun hot mix.
"Tahun ini sudah di mulai pembangunan trotoar Kedepan juga sepadan sungai sebelah barat akan di jadikan taman dan trotoar pejalan kaki untuk di seperti Malioboronya Batang,” ucap dia keterangan tertulis yang diterima Panturapost.id, Senin 9 April 2018.
Ia menambahkan, anggaran untuk penataan jalan sudah dialokasikan di tahun 2019. Saat ini, pihaknya sedang melakukan sosialisasi kepada pedagang untuk melakukan langkah mencarikan solusi penempatannya.

Rencana penataan di samping Rumah Dinas Bupati Batang. (Foto: Edo/Humas Pemkab Batang)
“Karena bupati inginkan jalan-jalan protokol di Kota Batang ada suasana beda yang lebih hijau dan indah. Kalau siang kelihatan tanaman hijau dan kalau malam kelihatan indah dengan lampuya,” ujar dia.
Penataan trotoar juga dilakukan di Jalan Ahmad Yani Batang. Di sana akan ada taman kerang dengan tanaman hidup dan tanaman lampu-lampunya yang berbentuk kerang. Tempat itu, sebagai swafoto atau selfie bagi masyarakat yang akan menikmati kota Batang.
“Kita mengambil replika kerang untuk taman kota di trotoar jalan Ahmad Yani. Karena kita sebagai daerah maritim yang tidak lepas dari hasil lautnya seperti kerang, dengan lampu yang warna warni,” jelasnya.
Sementara itu, Anto warga sekitar lingkungan GOR Sarengat menginginkan ada penataan juga di jalan Letjen Suprapto Batang. Pasalnya, warga disana mengaharapkan penataan lingkungan jalan seperti saluran draneise jalan dan penerangan jalan.
“Warga berharap ada penataan juga di Jalan Lenjen Suprapto atau seputar GOR Sarengat, di samping drainasenya tidak ada, jalan tersebut rawan kejahatan dan sebagai tempat mesum di area GOR,” ungkapnya.
Masyarakat pun sudah menyambut gembira adanya rencana pembangunan jalan beton tersebut. Sebab, tempat tersebut menjadi jalur alternatif menuju kota Batang dan Kota Pekalongan. “Area GOR Sarengat sekarang menjadi tempat alternatif bagi masyarakat, namun kondisinya kurang diperhatikan,” kata dia.
Reporter: Fajar Eko Nugroho
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
