Tradisi 'Temanten Tebu' Awali Musim Panen di Tegal

Acara temanten tebu digelar di Pabrik Gula (PG) Pangka Tegal, Rabu, 8 Mei 2018. (Foto: Humas Pemkab Tegal)
TEGAL - Acara 'temanten tebu' digelar di Pabrik Gula (PG) Pangka, Tegal, Rabu, 8 Mei 2018. Tradisi 'temanten tebu' atau pernikahan tebu Pabrik Gula (PG) Pangka mendandai datangnya musim giling, atau musim panen tebu akan segera berlangsung.
Tradisi tersebut yakni menikahkan dua batang tebu, sebelum masuk ke penggilingan. Dua batang tebu itu, sebelumnya sudah diarak mengelilingi pabrik.
Manager Pabrik Gula (PG) Pangka Tri Agung Wahyudi mengatakan, tradisi ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen tebu 2018.
"Pengantin tebu pria diambil dari Kebun Kertasinduyasa TSS 1, dengan nama Bagus Prakosa Adhitama bin VMC 7616 dan pengantin tebu wanita diambil dari Kebun Kalisoka TSS 1 dengan nama Roro Arum Larasmadu binti PSJT 941," terangnya.
Agung menjelaskan proses giling rencananya akan memakan waktu 110 hari dimulai pada Minggu Kliwon, 20 Mei 2018 yang didahului dengan pemanasan ketel pada hari Selasa Pahing, 11 Mei 2018 lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono dalam sambutannya mengapresiasi acara temanten tebu. Menurutnya, acara ini menyuguhkan atraksi sarat makna budaya dan menjadi hiburan masyarakat sekitar.
"Penyelenggara selamatan giling ini berfungsi sebagai media untuk mempererat kekerabatan sosial, mulai dari petani tebu, karyawan dan manajemen pabrik, pemerintahan hingga seluruh elemen masyarakat yang dikemas menarik menjadi daya tarik bagi wisatawan," kata dia.
Reporter: Reza Abineri
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
