Tukang Bubur di Tegal Jadi Korban Penusukan Saat Berjualan di Pasar

TEGAL - Aksi premanisme membuat para pedagang dan warga di sekitar Pasar Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal resah. Bahkan, pada hari Selasa (24/12) kemarin seorang pedagang menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh seorang yang disebut preman di pasar tersebut.
"Iya betul ada penusukan, kejadiannya hari Selasa kemarin, korbannya penjual bubur yang biasa mangkal di pasar kalau pagi hari. Tapi pas kejadian saya belum berangkat kerja, cuma para cerita kayak gitu," kata Anto (47) salah seorang tukang becak yang biasa mangkal di depan pasar.
Usai kejadian, lanjut Anto, pelaku kabur dan tidak terlihat lagi. Namun, kasus tersebut pun sudah dilaporkan ke Polsek Dukuhturi. Anto pun mengaku sering melihat pelaku nongkrong di pasar dan kerap membikin onar. Kadang nongkrong sambil mabuk-mabukan dan tak jarang juga meminta uang kepada para pedagang.
"Ya saya paham orangnya, karena dia (pelaku) sering nongkrong di sini. Kalau di pasar ya gitu, mabuk mabukan dan sering minta uang," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Dukuhturi, AKP Suratman membenarkan bahwa telah terjadi tindakan kriminal di Pasar Pepedan. Korban penusukan adalah seorang penjual bubur yang biasanya berjualan di situ. Saat ini, polisi sudah mengantongi identitas pelaku dan sedang memburunya.
"Kami mendapatkan laporan kemarin. Menurut masyarakat disitu, pelaku kerap meresahkan warga. Sedangkan korban mengalami luka di tangan dan perut dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) DKT Pagongan, Dukuhturi. Sekarang korban sudah pulang ke rumah," katanya.
Suratman menceritakan, korban baru berjualan bubur di pasar tersebut sekitar 2 bulan lalu. Kronologinya berawal saat pelaku dan korban secara tiba tiba terlibat cekcok, hingga akhirnya terjadi perkelahian.
Setelah korban jatuh ke selokan, pelaku pun langsung pergi meninggalkan korban. Namun, selang berapa lama, ternyata pelaku datang kembali dengan membawa pisau dapur dan langsung menuju korban.
"Akibat perkelahian tersebut, korban mengalami luka tusukan di tangan dan perut. Saat kejadian pelaku diketahui dalam kondisi mabuk," jelasnya.
Suratman menambahkan pelaku menurut laporan kerap meresahkan para pedagang maupun warga yang ada di sekitar pasar. Namun, pihaknya baru pertama kali mendapatkan laporan,
"Menurut warga begitu, pelaku kerap meresahkan warga. Kami juga sedang mencari keberadaan pelaku," pungkasnya. (Syaifullah)
