Uniknya Tradisi Jawa Cucuk Lampah Saat Pelepasan Siswa SMP di Brebes

BREBES - Tradisi Jawa cucuk lampah, atau pembuka dan penuntun jalan, biasanya dilakukan pada rangkaian prosesi pernikahan untuk mengantar pengantin ke pelaminan. Namun di Brebes, cucuk lampah juga disertakan dalam acara pelepasan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Brebes, Kamis, 20 Juni 2019.
Suasana berbeda berlangsung di halaman SMP Negeri 1 Brebes. Di atas panggung, para siswa yang akan dilepas, mereka tampak mengenakan pakaian adat Jawa dengan tradisi sungkeman siswa kepada ibu dan bapak guru. Tak lupa, nasihat dan doa dari guru juga mengiringi sungkeman tersebut.
Para guru memberikan nasihat kepada muridnya yang akan dilepas, agar tetap meningkatkan semangat belajar, hingga dapat meraih kesuksesan di masa depan. Usai prosesi sungkeman, di sinilah tradisi cucuk lampah dimulai. Seorang penari Jawa sebagai cucuk lampah menuntun perwakilan siswa kelas IX dari atas panggung dan membuka jalan hingga menuju pintu gerbang sekolah dan keluar.
Perjalanan siswa ini juga diapit oleh pasukan pembawa bendera. Prosesi ini merupakan sebuah simbol bahwa pihak sekolah sudah membekali para siswa dan berjalan keluar sekolah untuk bisa menempuh jenjang yang lebih tinggi.
Pengamat Budaya Brebesan, Wijanarto mengungkapkan, cucuk lampah yang merupakan tradisi Jawa ini memang biasanya digunakan dalam pernikahan. Namun jika digunakan dalam pelepasan siswa, maka maksudnya adalah agar siswa memiliki motivasi agat tetap menigkatkan semangat belajar.
"Ke depan, tantangan akan semakin berat. Di sinilah para guru memberikan pitutur dan doa kepada siswa yang telah lulus," jelas Wijan.
Selain itu, cucuk lampah menurut Wijan juga sebagai prosesi penolak bala bencana untuk mengusir gangguan, sehingga bisa mulus dalam meniti kehidupan di masa depan.
Salah satu guru SMP Negeri 1 Brebes, Iva Nurfailah, yang membidangi kesiswaan mengungkapkan, disertakannya cucuk lampah bertujuan agar siswa lebih mengenal tradisi Jawa yang sekarang jarang ditemui. "Jadi cucuk lampah itu sekarang jarang ada, untuk mengenalkannya kita pakai saat pelepasan ini jadi juga berkesan bagi yang lulus," ungkap Iva. (*)
Reporter : Yunar Rahmawan
Editor : Muhammad Abduh
