Kumparan Logo
Konten Media Partner

Upacara Hari Sumpah Pemuda di Tegal Dimeriahkan Tarian Kolosal Geol Tegalan

PanturaPostverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ribuan penari Amazing Tegal Dance Geol Tegalan meriahkan peringatan hari Sumpah Pemuda di Kompleks Alun-alun  Kota Tegal.
zoom-in-whitePerbesar
Ribuan penari Amazing Tegal Dance Geol Tegalan meriahkan peringatan hari Sumpah Pemuda di Kompleks Alun-alun Kota Tegal.

TEGAL – Upacara Hari Sumpah Pemuda di Kompleks Alun-alun Kota Tegal, sepanjang Jl. Pancasila hingga Taman Pancasila, Jumat (28/10/2022) pagi, dimeriahkan dengan tarian kolosal.

Dengan mengenakan baju adat Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote, 6.000 anak-anak hingga dewasa menari Amazing Tegal Dance Geol Tegalan dengan musik pengiring berjudul Bumi.

6.000 penari tersebut terdiri dari siswa-siswi SD/MI dari 4 Korwil Negeri dan swasta, SMP/MTs Negeri dan Swasta, SMA/SMK/MA Negeri Swasta, Perguruan Tinggi, BUMN dan BUMD, Perbankan hingga Organisasi Kemasyarakatan.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyebutkan, tari kolosal yang diselenggarakan tersebut mengangkat tema kearifan lokal “Geol Tegalan” dengan maksud untuk menjaga dan melestarikan seni budaya di Kota Tegal.

“Ini merupakan lagu dan gerak baru yang baru diluncurkan. Harapannya bisa digunakan sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan tujuan-tujuan wisata di Kota Tegal,” kata Dedy.

Sebelum menari bersama Forkopimda, Pj. Sekda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Tegal, Camat dan Lurah se-Kota Tegal dan peserta tari lainnya, Wali Kota membacakan orasi budaya yang menyampaikan pesan makna Tari Geol Tegalan dan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Menurut Dedy, Tari Geol Tegalan menggambarkan seorang pimpinan yang selalu memberikan semangat kepada masyarakatnya untuk menciptakan persatuan dan kesatuan serta kekuatan pada rakyatnya untuk menuju kehidupan yang sejahtera, makmur dan aman sentosa.

Berkaca dari Konggres Pemuda ke-2 pada tanggal 28 Oktober 1928 yang diprakarsai oleh pemuda-pemuda dari seluruh penjuru nusantara yang berasal dari berbagai macam suku di Indonesia, mereka berikrar bahwasanya hanya memiliki satu bahasa persatuan, satu kebangsaan dan satu tanah air, yaitu Indonesia.

"Hal ini mengandung pesan bahwa keberagaman agama, adat istiadat dan budaya bukanlah halangan dalam mempersatukan nusantara di bawah bendera merah putih," ungkap Wali Kota saat menyampaikan orasi budayanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, M. Ismail Fahmi menyampaikan bahwa pagelaran Amazing Tegal Dance Geol Tegalan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94.

Geol Tegalan sesuai semangat sumpah pemuda, dengan kostum penari yang mengenakan pakaian daerah se-Nusantara, menggambarkan kebersamaan, kegotong-royongan masyarakat Kota Tegal dalam masing-masing perannya, bersama-sama dengan pemerintah memajukan Kota Tegal, berbeda-beda namun tetap satu.

Ismail Fahmi berharap, dengan menguri-uri budaya daerah yang merupakan ciri khas kepribadian bangsa, siswa-siswi pelajar bisa lebih mencintai budayanya di tengah gempuran budaya asing melalui dunia digital.

“Saya berharap, dengan menguri-uri budaya daerah yang merupakan ciri khas kepribadian bangsa, siswa-siswi pelajar bisa lebih mencintai budayanya di tengah gempuran budaya asing melalui dunia digital,” harap Ismail Fahmi.

Komite Tari, Dewan Kesenian Kota Tegal sekaligus Koreografer Geol Tegalan, Damayanti, menyampaikan bahwa “Geol” memiliki arti bergerak. Seperti masyarakat Tegal yang selalu bergerak, selalu semangat untuk maju, bergerak dan maju tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Tegal adalah masyarakat yang optimis untuk berubah menjadi lebih baik.

Damayanti menjelaskan, proses penggarapan Amazing Tegal Dance Geol Tegalan tersebut memakan waktu 1,5 bulan, dimulai dari mulai observasi, penciptaan musik dan penciptaan gerak.

Sedangkan untuk latihan, dilakukan seminggu tiga kali, yang dilaksanakan di beberapa tempat, baik di Pendopo Ki Gede Sebayu, Taman Budaya Kota Tegal dan GOR Wisanggeni Kota Tegal.

"Dengan adanya gelaran tari kolosal Geol Tegalan ini, masyarakat Kota Tegal lebih mengenal dan mencintai kesenian dan kebudayaan daerah, khususnya seni tari," pungkasnya. (*)