Warga Batang Sesalkan Stasiun KA Tidak Beroperasi

Petugas Stasiun KA mengawasi Kereta Api yang hanya lewat saja. (foto: Fajar Eko Nugroho )
BATANG - Jasa transportasi kereta api sekarang menjadi moda transportasi idola masyarakat di Indonesia. Karena, kereta api mampu tranformasi menjadi jasa angkutan yang cepat, tepat waktu, bersih, rapi, dan lebih humanis.
Dengan perubahan tersebut, masyarakat Kabupaten Batang sekarang lebih lebih senang menggunakan jasa angkutan kereta api. Namun yang disesalkan masyarakat Batang, walaupunpun punya stasiun KA, tidak ada satu kereta api yang berhenti untuk menaikkan atau pun menurunkan penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono mengatakan, Pemkab Batang sudah melayangkan surat usulan ke Kementerian Perhubungan sebagai bentuk ikhtiar dan upaya. Namun, hingga kini belum mendapat jawaban. Hanya menurut informasinya pihak kementrian perhubungan darat bidang perkeretaapian rencananya akan melakukan survai.
"Kami juga akan minta data resmi penumpang Kabupaten Batang yang naik kereta api melalui Stasiun Kereta Api Pekalongan. Hal ini sebagai data dukung kami untuk mempercepat usulan kami ke Kementrian Perhubungan agar kereta api bisa berhenti di stasiun Batang," jelas Murdiono saat Stasiun Kereta Apai Batang Senin, 2 Juli 2018.
Selain itu, kata dia, upaya akan terus dilakukan dengan mendatangi DAOP IV Semarang untuk koordinasi meminta kejelasan dan informasi tentang usulan surat agar dapat dioperasikan kembali stasiun Batang, yang dulu stasiun Batang pernah beroperasi namun sekarang tidak lagi.
"Minggu depan akan kita lakukan koordinasi dengan datang ke DAOP IV Semarang untuk meminta kejelasan surat usulan tersebut," kata Murdiono
Kalaupun memang nantinya harus ada persyaratan, lanjutnya, Pemkab Batang siap memenuhi persyaratan yang ditentukan. Karena melihat perkembangan Kabupaten Batang sangat membutuhkan sekali kereta yang berhenti di stasiun Batang.
"Dengan berdirinya PLTU di Batang dan banyaknya investor yang mendirikan perusahaan dan untuk mendukung tahun kunjungan wisata, sehingga membutuhkan sekali pengoperasian kembali stasiun kereta api Batang sebagai tempat menurunkan penumpang maupun menaikkan penumpang," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Batang Agus Santoso mengatakan, dari informasi yang didapatkan dalam waktu dekat akan ada survai dari DAOP IV Semarang.
"Memang kemarin masih disibukkan dengan persiapan arus balik dan mudik sehingga belum bisa survei," ucap Agus Santoso. (*)
Reporter : Fajar Eko Nugroho
Redaktur : Muhammad Abduh
