Kumparan Logo
Konten Media Partner

Warga Brebes Desak Pembongkaran Underpass

PanturaPostverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga beraudiensi di Balai Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Rabu (16/10/19) siang. (Foto: Reza Abineri)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga beraudiensi di Balai Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Rabu (16/10/19) siang. (Foto: Reza Abineri)

BREBES - Sejumlah warga beraudiensi di Balai Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Rabu (16/10/19) siang. Dalam pertemuan itu, warga meminta underpass di desa tersebut dibongkar. Mereka mengancam akan berunjuk rasa jika keinginan tidak dipenuhi.

Audiensi warga tersebut dihadiri Ketua BPD Adisana Fakih Maftuh dan anggotanya Abdul Aziz, Danramil Bumiayu, Kapten Ngadino, perwakilan dari Polsek Bumiayu, Kasi Tramtib Kecamatan Bumiayu H Mukhlis dan lainnya.

"Kedatangan kami untuk menuntut pembongkaran underpass. Sampai saat ini belum terealisasi. Jika tidak dilakukan, kita akan melakukan aksi," kata perwakilan warga Faisal.

Dia mengatakan, keberadaan ruas underpass yang menyempit menyebabkan banyak terjadi kecelakaan. Dia mengatakan pihaknya sudah berupaya menempuh dengan cara prosedural. Namun belum ada kejelasan.

"Padahal underpas lama rendah dan sempit, sehingga saat papasan kendaraan sering mengakibatkan kecelakaan," ujarnya.

Menurutnya, underpass lama yang rendah mengakibatkan tidak dapat dilewati kendaraan angkutan barang. Hal itu berdampak pada perekonomian warga, karena kesulitan transportasi untuk angkutan barang.

"Secara ekonomi juga berdampak bagi warga, kesulitan angkutan," ujar Faisal.

Kepala Desa Adisana, Komarudin, menyatakan terimakasih kepada warga. Ia menuturkan, tuntutan warganya merupakan wujud kepedulian untuk kepentingan desanya.

"Warga sangat terganggu, selain sering terjadi kecelakaan hampir tiap minggu, juga menghambat perekonomian warga," katanya.

Lebih lanjut ia mengaku, sudah sejak 2012 lalu pihaknya sudah beberapa kali melayangkan surat permohonan pembongkaran underpas lama ke Satuan Kerja (Satker) PT KAI. Namun begitu, hingga saat ini belum terealisasi.

"Sudah beberapa kali kami (bersurat) permohonan pembongkaran ke Satker KAI, bahkan foto-foto lokasi juga sudah beberapa kali diperbarui dan dikirim," ungkapnya.

Upaya tersebut, kata dia, hanya diarahkan agar permohonan disampaikan ke Balai Besar PT KAI Jawa Tengah di Semarang. Satker PT KAI di Purwokerto juga bersedia menyampaikan permohonan tersebut.

"Terakhir Satker juga membantu untuk meneruskan permohonan pembongkaran ke Semarang," tuturnya.

Setelah audiensi dengan warga, akhirnya disepakati akan kembali menyampaikan permohonan ke Balai Besar Kereta Api Jawa Tengah di Semarang. Para pemuda juga akan ikut serta ke Semarang bersama Kepala Desa untuk menyampaikan permohonan pembongkaran underpass lama.

"Segera kami bersama perwakilan pemuda untuk datang ke Balai Besar Kereta Api di Ngaliyan Semarang," katanya.

Reporter: Reza Abineri

Editor: Irsyam Faiz