Warga di Kabupaten Tegal Sembelih Sapi Kurban Seberat 1,2 Ton
·waktu baca 2 menit

TEGAL - Warga Desa Tembok Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal menyembelih hewan kurban berupa sapi jenis simental. Tak tanggung-tanggung, bobotnya mencapai seberat 1,2 ton.
Sapi itu dibeli oleh warga RT 17/RW 03 Desa Tembok Kidul, dari Mojokerto, Jawa Timur dengan harga Rp 100 juta lebih. Adapun proses pingiriman sapi ini menggunakan kendaraan truk fuso.
"Ada 8 ekor sapi dan 10 kambing yang di kurbankan di sini," kata Ketua Panitia Idul Adha Masjid Jami Al-Haq Desa Tembok Kidul, Topik Hidayat kepada PanturaPost Rabu (21/7/2021).
Menurut dia, dari 8 ekor sapi itu, bobotnya ada yang 800, 900 kilogram. Yang paling berat bobotnya sampai 1,2 ton.
Sedangkan untuk harga 8 sapi tersebut di antaranya, yang paling rendah kisaran 70 juta dan yang paling mahal kisaran 100 juta lebih.
"Dari 8 sapi itu harganya macem-macem,dari yang paling rendah Rp 70 juta sampai yang paling mahal kisaran Rp 100 juta lebih," terangnya.
Proses kurban sapi dan kambing pada Idul Adha ini sudah lama dilakukan oleh warga setempat dengan sistem tabungan kurban. Setornya setiap pekan dalam jangka satu tahun.
"Jadi setiap seminggu sekali warga menabung, dan disimpan di bank. Untuk tahun ini mendapat tabungan sebesar 440 juta," katanya.
Sementara itu menurut panitia kurban lainnya, Opa, proses kurban kali ini tetep menggunakan protokol kesehatan. Di saat pemotongan hewan kurban, pintu masuk kelingkungan RT 17/RW 03 ditutup. Warga luar dilarang masuk, hanya orang tertentu yang bisa masuk.
Kurban di tahun 2021, kata Opa, terbilang menurun. Kalau tahun 2020 itu ada 9 ekor sapi, tahun ini hanya 8 ekor sapi. Akan tetapi, dari 8 ekor sapi ini bobotnya lebih berat dari kurban sapi tahun kemarin.
"Jadi walau pun tahun ini jumlah sapinya berkurang. Tapi hasil dagingnya diperkirakan akan lebih banyak dari tahun kemarin. Karena bobot sapinya lumayan besar."
Ia mengatakan, Hewan kurban yang sudah disembelih dibagikan ke warga sekitar. Untuk pembagian daging di luar desa, diberikan sesuai proposal permintaan yang masuk. Ada 60 proposal yang masuk. Satu proposal akan dikasih 30 bungkus daging.
"Di antaranya dari Yayasan, Panti Asuhan, RT, musala yang daerahnya tidak ada kurban. Sementara untuk pembagian korban, diantar ke setiap rumah," katanya. (*)
