Kumparan Logo
Konten Media Partner

Warga Tegal yang Pulang Kampung Wajib Lapor dan Masuk Screening Room

PanturaPostverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Rembul yang baru tiba di kampung halaman disemprot disinfektan dalam Screening Room. (foto: bentar)
zoom-in-whitePerbesar
Warga Rembul yang baru tiba di kampung halaman disemprot disinfektan dalam Screening Room. (foto: bentar)

SLAWI – Desa-desa yang ada di Kabupaten Tegal mengantisipasi makin banyaknya perantau yang pulang kampung dari kota-kota terjangkit Corona atau Covid-19.

Seperti di Desa Rembul Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Pemerintah Desa telah menyiapkan Disinfektan Screening Room. Setiap warga Rembul yang baru pulang dari kota perantauan, wajib masuk Disinfektan Screening Room.

“Awalnya perantau kalau mau pulang ke Puskesmas dulu. Per hari ini, setiap warga yang datang dari kota sebelum masuk rumah, ke balai desa dulu. Cuci tangan, dan masuk Disinfektan Screening Room bersama barang bawaannya," ungkap Kepala Desa Rembul Ibnu Efendi pada panturapost.com, Kamis (26/3/2020).

Tidak hanya orangnya, lanjut Ibnu Efendi, kendaraan pribadi atau travelnya juga disemprot. Setelah itu warga yang pulang kampung itu didata, dari daerah mana, pernah pergi kemana saja, identitas diri dan banyak lainnya. Setelah didata, warga yang baru datang dari rantau akan dicek oleh pihak bidan desa dan dipantau selama 14 hari oleh bidan dan Puskesmas.

“Jadi kalau ada gejala langsung dicek lagi,” katanya seraya mengungkapkan, warga Rembul banyak yang merantau ke Kudus, Pati, Jakarta, luar provinsi dan banyak kota lainnya.

Pengecekan tersebut dilaksanakan oleh gugus tugas penanggulangan Covid-19 Desa Rembul. Mereka bertugas selama 24 jam dengan sistem rolling dan petugas dibekali masker dan perangkat lainnya.

“Jadi warga yang pulang dari kota mau pagi, siang, sore, malam itu tetap kita pantau dan masuk Disinfektan Screening Room. Tak hanya itu kita pun mengarahkan agar menerapkan pola hidup sehat dan pola hidup bersih di rumah, baju yang dipakai setelah pulang merantau dicuci langsung dan mandi,” terangnya.

Untuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan pun, kata Kades, sudah ditunda sementara.

Sementara itu, salah satu perantau yang pulang ke desa M Ridho ( 34 ) mengaku pulang naik motor dan sudah dikasih tahu sama teman- teman di kampung, kalau pulang lapor ke balai desa untuk pendataan dan penyemprotan serta dikasih arahan.

"Kami sangat setuju dengan ada antisipasi seperti ini. Jadi warga dipantau langsung oleh pihak pemerintah desa dan pemerintah daerah. Jadi kitanya tenang," ujarnya. (*)