Bali-Gili, Keindahan Tiada Tara

Tulisan dari Paramitha Cahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Musim liburan telah tiba! Akhirnya saya bisa melepaskan sejenak kelelahan saya setelah sekian lama mengabdi pada kantor hehehe.. Dan pastinya saya memanfaatkan waktu liburan ini untuk memanjakan mata saya dengan pemandangan pantai!
Awalnya saya hanya berencana pergi ke Bali. Saat itu saya beli tiket online melalui https://www.tiket.com/pesawat dan siap berangkat. Memilih hotel pun, saya telah melakukan riset di https://www.tiket.com/hotel sambil melihat-lihat hotel yang nyaman, tapi juga pas di kantong. Hehehe.
Sesampainya di Bali, saya memang belum berencana untuk menyewa mobil karena ada taksi online. Tapi setelah dipikir-pikir, sepertinya lebih fleksibel kalau saya menyewa mobil saja. Ternyata, saya bisa menyewa mobil juga di aplikasi/website Tiket.com. saya baru tahu, karena selama ini tidak terlalu memperhatikan kalau ada penyewaan mobil juga. Biasanya hanya memesan tiket pesawat dan hotel. Akhirnya saya iseng mencoba sewa mobil dari Tiket.com, karena saya juga percaya harusnya website resmi seperti ini tidak menipu/merugikan saya.
Akhirnya, saya mendapatkan mobil yang saya sewa, seperti yang saya pilih di website, yaitu avanza, selain karena harganya yang cukup terjangkau, dan muat banyak orang, karena saya bersama 5 orang anggota keluarga saya. Plus supir yang memang sudah sepaket dalam aturan penyewaannya.
Selama di Bali, saya mengunjungi Kim Soo Home, tempat mainstream namun hits di Seminyak dan pastinya ke tempat favorit saya seperti pantai Seminyak, menghabiskan waktu sampai matahari terbenam. Setelah malam tiba, saya dan keluarga mulai menyusuri jalan untuk mencari kuliner,makan malam.
Esoknya, saya ke Dreamland Beach, yang masih di kawasan Kuta. Dulunya, pantai ini tidak terlalu ramai. Mungkin sekarang karena keindahannya semakin terkenal, atau mungkin juga karena memang sedang musim liburan, jadinya pantai Dreamland ini sangat ramai oleh wisatawan.
Hari ketiga di Bali, secara cukup mendadak, saya dan keluarga memutuskan untuk menyebrang ke Lombok. Karena sewa mobil saya juga sudah berakhir, saya mencari sewa motor, agar bisa lebih murah, karena dikenakan biaya Rp.100.000 untuk sekali menyebrang. Kalau tidak salah, menyebrang membawa mobil bisa dikenakan biaya hampir 700 ribu. Akhirnya saya menaiki 2 motor yang harga sewanya juga murah. Hanya modal berani saja karena kita semuanya perempuan, hehehe.
Saya berangkat sekitar pukul 11 siang, dan penyebrangan memakan waktu sekitar 5 jam. Saya sampai pukul 4 sore di pelabuhan Lembar untuk makan, lalu melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bangsal,yaitu pelabuhan untuk menyebrang Gili Trawangan. Perjalanan 2 jam itu terasa sangat menakjubkan karena saya bisa menikmati pemandangan dari langit yang masih terang sampai berwarna kemerahan saat senja bertemu malam. Ah, keindahannya hampir tak bisa saya deskripsikan dalam blog ini...
Sesampainya di pelabuhan bangsal, kami menitipkan motor di tempat yang sudah disediakan. Namun karena hari sudah memasuki malam, tidak memungkinkan bagi kami untuk melanjutkan perjalanan menyebrang ke Gili. Akhirnya kami mencari hotel terdekat untuk menginap semalam, sambil mencari makan.
Keesokan harinya, kami melanjutkan penyebrangan dengan menggunakan sejenis kapal nelayan dengan harga Rp 10.000/orang untuk sekali menyebrang ke Gili Trawangan. Saat itu sekitar pukul 8 pagi. Penyebrangan menuju gili trawangan hanya memakan waktu kurang dari 30 menit. Yang dinanti-nantikan pun akhirnya tercapai. Gili sudah di depan mata. Indah sekali. Hamparan pasir putih dan debur ombak yang cukup tenang terlihat menakjubkan. Untungnya saya berangkat pagi sehingga saya bisa menikmati keindahan Gili Trawangan sepanjang hari... meskipun saya harus merelakan biaya hotel semalam di Bangsal, tapi tak apa. Semuanya tetap sangat menyenangkan!
