Ke Singapura Sendirian, Siapa Takut?!

Tulisan dari Paramitha Cahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menjelajahi Singapura selama 3 hari dan sendirian merupakan salah satu tindakan nekat yang pernah saya coba. Menginjak usia 21 tahun, saya berfikir untuk menghadiahi diri saya dengan sesuatu yang tidak biasa. Jadilah saya membeli tiket ke Singapura, pada hari ulang tahun saya dan memesan tiket untuk tanggal 9 Agustus. Saya membuka website Tiket.com (https://www.tiket.com/pesawat) dan mulai memesan tiket PP Jakarta-Singapore. Untungnya beli di Tiket.com serba mudah dan cepat, karena langsung terjumlah secara otomatis biayanya dan detail maskapai yang saya pilih.
Karena saya memang hobby jalan-jalan, saya sudah punya daftar keperluan yang harus saya bawa agar tetap terlihat stylish seperti kacamata hitam, jaket denim, sepatu sandal dan catokan. Tidak lupa kamera dan powerbank biar bisa tetap update. Setelah siap semuanya, akhirnya saya siap berangkat ke Singapura.

Setelah sampai di Changi Airport dan melewati tahap-tahap di imigrasi, saya baru sadar kalau saya belum memesan hotel. Akhirnya saya kembali membuka aplikasi Tiket.com, atau yang juga bias di akses melalui https://www.tiket.com/hotel dan mulai mencari hostel di sekitar China Town. Harganya beragam dengan fasilitas yang cukup lengkap. Saya melihat hotel-hotel dengan harga mulai dari Rp. 230.000,- akhirnya saya memilih untuk menginap di hostel iStayinn dengan harga Rp.444.000,-.
Untuk berjalan berkeliling Singapore, saya menggunakan jasa MRT selain karena murah, saya juga suka naik kereta sambil melihat keindahan kota. Selain karena memang saya tidak punya tujuan pasti hendak kemana, akhirnya saya hanya berjalan kemana saya ingin pergi, seperti belanja di ION Orchard, atau hanya sekedar melihat koleksi-koleksi fashion karena bertepatan dengan Summer.
Selain itu, saya juga mencoba makanan-makanan khas Singapore seperti nasi Hainam yang membuat saya selalu rindu untuk menyantapnya lagi lain waktu. Awalnya, karena saya takut untuk mencoba makanan-makanan aneh lainnya, saya sampai mengunjungi Rumah Makan Minang yang berada di Kampong Glam.
Tak lupa saya mencari souvenir khas singapura dan aksesoris untuk dijadikan oleh-oleh. Meskipun perjalanan ini agak kurang berfaedah, tapi saya cukup bangga pada keberanian saya untuk menjelahjahi negara orang, meskipun dipermudah oleh Tiket.com. Hehehehe
