Melepas Rindu ke Berastagi

Tulisan dari Paramitha Cahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengisi libur lebaran dengan perjalanan pulang ke kampung halaman adalah hal yang saya lakukan. Melepas rindu dengan suasana Sumatra utara, khususnya berastagi. Meskipun kampung asli saya adalah Toba, namun saya juga hampir selalu singgah ke berastagi untuk menikmati alamnya yang sejuk, dan tak kalah indah dari Danau Toba.
Berastagi terletak di Dataran Tinggi Karo dengan ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Menariknya lagi, tempat wisata yang cukup populer di Sumatra Utara ini diapit oleh 2 gunung berapi, yaitu Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Pemandangan inilah yang selalu saya rindukan dari Berastagi.
Awalnya, saya sudah meriset harga Tiket Pesawat Murah https://www.tiket.com/pesawat dan akhirnya mendapatkan tiket pesawat yang saya mau, dengan penerbangan tujuan Medan. Jarak dari Medan ke Berastagi bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Maka dari itu, saya pun mulai mencari-cari sewaan mobil di aplikasi tiket.com andalan saya atau yang bisa diakses di https://www.tiket.com/sewa-mobil. Menyewa mobil juga saya jadikan pilihan agar saya bisa lebih fleksibel pergi kemanapun. Tentunya jalan-jalan pulang kampung ini diramaikan oleh sepupu-sepupu saya yang memang berdomisili di Medan. Sehingga enaknya, saya tidak perlu menyewa hotel karena bisa numpang tinggal dirumah saudara. Hehehe
Setelah mendarat di Bandara Kualanamu, saya pun menginap sehari dirumah saudara saya, kemudian besoknya melanjutkan perjalanan menuju Berastagi.
Berastagi selalu memukau, dengan hamparan perkebunan teh dan tembakau, serta pasar tradisional yang menawarkan pemandangan serba hijau yang tampak asri. Belum lagi kelok-kelok perjalanan yang sertai hawa dingin, sehingga membuat saya sangat menikmati perjalanan.
Minum bandrek di puncak gunung, bahkan tanpa harus singgah di pusat wisatanya, perjalanan di Berastagi adalah tempat yang selalu saya rindukan.
