Konten dari Pengguna

Menginjakkan Kaki di Semarang

Paramitha Cahya

Paramitha Cahya

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Paramitha Cahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk pertama kalinya, akhirnya saya menginjakkan kaki di Semarang. Dengan bermodal nekat, saya dan salah satu sahabat saya mendadak memutuskan untuk melakukan perjalanan singkat ke kota Semarang. Dengan kemudahan yang ditawarkan aplikasi tiket.com andalan saya, saya bisa dengan mudah memesan Tiket Kereta Api di https://www.tiket.com/kereta-api, tepatnya dengan hanya membuka aplikasinya di smartphone saya.

Setelah sampai di stasiun poncol Semarang, kami langung mencari kendaraan umum atau angkot untuk langsung memulai perjalanan. Persinggahan pertama yang kami kunjungi adalah kota lama. Ya, memang banyak yang bilang suasananya seperti kota tua Jakarta, karena beberapa bangunan tua justru digunakan untuk menjadi café, untuk menarik wisatawan. Di kawasan kota lama ini juga terdapat beberapa bangunan tua bersejarah seperti gereja-gereja yang juga dijadikan tempat wisata oleh wisatawan.

Setelah cukup puas berkeliling kawasan kota lama, saya mulai mencari hotel-hotel murah yang biasanya saya akses dan temukan di https://www.tiket.com/hotel dan mulai memesan hotel online. Tak perlu takut meskipun harus memesan hotel dalam waktu yang mepet, karena kita bisa memilih tempat, suasana dan ketersediaan kamar, dengan harga yang sesuai.

Setelah itu, saya dan sahabat saya ber-kuliner-ria kemudian berangkat ke hotel untuk beristirahat. Esoknya, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat yang wajib dikunjungi jika berlibur ke semarang. Lawang sewu. Tempat bersejarah dan sering jadi perbincangan teman-teman saya yang sudah beberapa kali berlibur ke semarang. Dan tak lupa, kami juga melakukan perjalanan ke klenteng SAM POO KONG. Klenteng yang sangat luas dan juga sangat bagus. Dari Lawang Sewu ke Klenteng Sam POO KONG saya hanya membayar Rp. 5.000/orang.

Kemudian kami kembali berwisata kuliner di daerah sana, dan mencari oleh-oleh, karena besok paginya sudah harus kembali ke Jakarta.

embed from external kumparan