Memilih Pengasuh Anak yang Tepat

Sekarang Saya aktif mengajar di Paud Adiba Ahsandita Bambu Apus Pamulang, mengajar privat siswa SD, dan masih menempuh pendidikan di Universitas Pamulang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Paryati paryati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak bisa dipungkiri di zaman modern ini, tuntutan ekonomi semakin banyak. Antara kebutuhan, keinginan dan gaya hidup mengharuskan seorang Ibu rumah tangga yang seharusnya fokus mengasuh anak-anak harus ikut bekerja di luar rumah. Kemudian peran Ibu digantikan oleh pengasuh atau biasa disebut ART (Asisten Rumah Tangga). Hal ini tentu saja memberikan dampak tertentu bagi si anak.
Perlu dipahami bahwa seorang pengasuh tidaklah sama dengan seorang ibu. Karena pengasuh itu statusnya sebagai pekerja, maka kebanyakan pengasuh selalu menuruti kemauan anak tanpa memperhatikan perkembangan kepribadian dan kemandirian si anak. Banyak anak yang cenderung manja dan selalu ingin dilayani oleh pengasuh walaupun ia sebenarnya mampu melakukannya sendiri.
Selain itu, kedekatan orangtua dan anak juga kurang terjalin. Hal ini bisa membuat si anak merasa kurang kasih sayang dari orangtuanya. Sehingga, ketika orangtua memberi arahan sering diabaikan oleh si anak.
Jadi, sebagai orangtua seharusnya tidak menyerahkan anak sepenuhnya kepada pengasuh. Orangtua harus memperhatikan dengan teliti seperti apa pengasuh yang bekerja mengasuh anak-anak. Jangan sampai karena ingin mengejar karir atau memenuhi kebutuhan keluarga, si anak dibiarkan tumbuh tanpa pengasuhan yang baik.
Luangkanlah waktu bersama anak meskipun sudah lelah dengan pekerjaan di luar rumah. Tanyakan apa yang dilakukannya seharian, mungkin tentang makanannya, mainannya, dan lain-lain. Dengan begitu anak akan merasa diperhatikan oleh orangtuanya.
Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih pengasuh diantaranya:
Pastikan calon pengasuh memiliki referensi yang terpercaya. Jangan memperkerjakan orang yang tidak dikenal.
Lakukan observasi terhadap penampilan calon pengasuh. Amati apakah dia terlihat bersih dan merawat diri dengan baik, lewat caranya berpakaian dan berdandan.
Amati cara berbicara dan isi pembicaraannya.
Tanyakan pengalamannya dalam mengasuh anak.
Ajukan pertanyaan yang sifatnya role play. Misal, tanyakan apa yang akan ia lakukan saat anak tidak mau makan.
Amati bahasa tubuhnya.
Minta calon pengasuh berinteraksi dengan anak.
Jika sudah cocok, tentukan apa saja yang menjadi tugas dan kewajiban pengasuh.
