Konten dari Pengguna

IPB Siapkan Inovasi Pupuk Organik dan Agroindustri Kopi untuk Cianjur

PathologyNews

PathologyNews

Berita seputar Kehutanan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari PathologyNews tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program Dosen Pulang Kampung IPB 2025 Gaet Pemkab Cianjur dan Kelompok Tani Dorong Tingkatkan Produktivitas Padi dan Ketahanan Pangan

Foto Bersama tim Dosen Pulang Kampung IPB 2025 dengan Asisten Daerah II Kabupaten Cianjur. Foto: Dok. Pribadi/ISS
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama tim Dosen Pulang Kampung IPB 2025 dengan Asisten Daerah II Kabupaten Cianjur. Foto: Dok. Pribadi/ISS

Cianjur — Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menggulirkan program unggulan “Dosen Pulang Kampung” (Dospulkam) untuk tahun 2025. Kali ini, Kabupaten Cianjur menjadi wilayah prioritas dengan mengusung dua inovasi utama yang menyasar sektor pertanian dan kehutanan berbasis masyarakat.

Program ini mengusung dua inovasi utama. Pertama, pengembangan pupuk organik Bio-HaraPlus yang berfungsi ganda sebagai nutrisi dan pestisida organik untuk meningkatkan produktivitas padi. Kedua, pemanfaatan limbah kopi menjadi bahan pakan ternak guna mendorong ekonomi sirkular di desa-desa sekitar hutan, khususnya di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet.

Program Dospulkam ini melibatkan tim lintas fakultas/sekolah IPB, yakni Prof. Dr. Ir. Elis Nina Herliyana, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Dede Hermawan, M.Sc (Fakultas Kehutanan dan Lingkungan), Prof. Dr. Ir. Abdul Munif, MSc. (Fakultas Pertanian), dan Prof. Dr. Ika Amalia Kartika, S.TP., M.Si. (Sekolah Teknik), Dr. Ir. Heri Ahmad Sukria, M.Sc.Agr. (Fakultas Peternakan), serta asisten lapangan Ikhwan Shodiq Syifaudin, S.Hut, M.Si, Rizka Aulian Kusuma, S.Hut, Akhmad Rifaldo, dan Najwa Maulida Zahra, Muhammad Jihad Dhuha Halim, Imam Busyra Abdillah, dan Muhammad Itisyam Sidiq.

“Inovasi pupuk Bio-HaraPlus ini aman untuk lingkungan, meningkatkan hasil panen, dan mempercepat proses tanam. Ini relevan untuk mendukung ketahanan pangan pascabencana,” ujar Prof. Dr. Ir. Elis Nina Herliyana, M.Si, selaku ketua pelaksana program, dalam rapat koordinasi awal bersama Pemkab Cianjur, Jumat (9/5).

Sementara itu, program pemanfaatan limbah kopi difokuskan untuk petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Satria Mandiri. Limbah kopi difermentasi menjadi pakan ternak, menciptakan model pertanian berbasis agroforestri yang saling terintegrasi. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Prof. Dr. Ir. Dede Hermawan, M.Sc, menjelaskan bahwa kedua program ini akan dilaksanakan melalui tahapan pelatihan, uji coba lapangan, hingga monitoring dan publikasi hasil. “Kami ingin ada keberlanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah, UMKM, Baznas, hingga mahasiswa KKN IPB juga dirancang untuk memperluas dampak program,” tuturnya.

Rapat koordinasi tim Dosen Pulang Kampung IPB 2025 dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Foto: Dok. Pribadi/ISS

Pemerintah Kabupaten Cianjur menyambut program ini dengan antusias. “Kami siap memfasilitasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk menghubungkan program dengan Camat dan Kades agar berjalan selaras,” kata Budhi Rahayu Toyib selaku Asda II Cianjur. Pihaknya juga berharap inovasi ini bisa mendorong kesejahteraan petani dan menjadi bagian dari program pembangunan daerah.

Program Dospulkam IPB 2025 dirancang bukan hanya sebagai intervensi teknologi pertanian, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap bencana dan krisis ekonomi. Peluncuran program akan dilakukan pada pertengahan tahun, dengan dukungan media untuk memperluas jangkauan informasi dan inspirasi bagi daerah lain.