IPB Tawarkan Varietas Padi Tahan Kekeringan dan Pelatihan Pupuk Organik

Berita seputar Kehutanan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari PathologyNews tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kolaborasi Inovatif IPB Dalam Momentum Hari Jadi Kabupaten Cianjur Ke - 348

Cianjur, 26 Juni 2025 – Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian berbasis inovasi. Kegiatan ini melibatkan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP), serta pejabat dari Setda Cianjur. Agenda utama yang dibahas adalah penguatan kerjasama Dospulkam dalam pelatihan dan pendampingan pertanian organik, khususnya di Desa Bobojong, Kecamatan Mande.
Kepala DTPHPKP Cianjur, Ibu Nurdiyati, menyampaikan bahwa Cianjur sebagai salah satu lumbung pangan nasional menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian. "Profitas padi Cianjur saat ini hanya mencapai 5,9 ton per hektar, dengan peningkatan yang relatif kecil dari tahun sebelumnya. Kendala utama terletak pada infrastruktur pengairan dan ketergantungan tinggi terhadap pupuk kimia," ujarnya.
Dalam diskusi, Prof. Dr. Ika Amalia Kartika mewakili Ketua Kelompok Dospulkam IPB menegaskan pentingnya penggunaan pupuk dengan dosis yang tepat. Ia juga menyoroti bahwa meskipun pertanian organik memiliki pangsa pasar tersendiri dan harga yang stabil, upaya ini kerap berseberangan dengan target swasembada pangan.
Ikhwan Shodiq Syifaudin, S.Hut, M.Si selaku asisten Dospulkam IPB, memperkenalkan inovasi varietas padi unggul IPB 4S yang terbukti tahan kekeringan dan mampu mencapai hasil hingga 10,5 ton/ha. Varietas ini diharapkan dapat diuji coba di Cianjur untuk menjawab tantangan produktivitas.
Bapak Firman Edi dari Setda Cianjur menambahkan pentingnya pelatihan petani yang terstruktur, melibatkan pihak dinas terkait, serta penetapan lokasi dan waktu yang strategis. Ia juga berharap agar inovasi dari IPB dapat menjawab permasalahan mendasar pertanian di Cianjur.
Rencana pelatihan mencakup pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik dan akan melibatkan mahasiswa KKN-T IPB. Peralatan dan bahan pelatihan akan difasilitasi oleh tim Dospulkam. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret menuju pertanian organik yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tetap menguntungkan dan produktif bagi petani lokal.
