Anggota AHWA Bantah Ada Dana Korupsi BPN di Muktamar NU: Sepeser pun Tidak Ada

Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) PBNU KH Anwar Iskandar menegaskan tidak ada dana dari luar yang digunakan untuk membiayai Muktamar NU. Pernyataan itu disampaikannya menanggapi dugaan adanya aliran dana terkait kasus korupsi di lingkungan ATR/BPN ke pelaksanaan Muktamar NU.
Anwar mengatakan kabar mengenai adanya aliran dana tersebut masih sebatas dugaan. Dia mengingatkan agar dugaan tidak dijadikan pedoman dalam mengambil kesimpulan.
"Nama juga dugaan. Dugaan kok dibikin pedoman. Masih dugaan. Kita enggak boleh dalam apa namanya... berorganisasi atau bermasyarakat berpedoman pada dugaan. Ya kan, Qur'an melarang itu. Ya. Jadi, ya semua masih dugaan, ya tak berarti... enggak seperti itu berarti, kan?" kata Anwar kepada wartawan, Kamis (17/9).
Anwar yang juga Ketum MUI itu mengatakan informasi mengenai dugaan aliran dana tersebut berasal dari pertanyaan wartawan kepada pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena itu, dia menyerahkan persoalan tersebut kepada proses penyidikan yang sedang berjalan.
"Itu yang tanya kan wartawan. Wartawan tanya kepada Budi dari KPK," ujarnya.
Ketika ditanya apakah dirinya mengetahui adanya aliran dana tersebut ke Muktamar NU, Anwar mengatakan telah melakukan pengecekan secara internal kepada Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan. Menurutnya, persoalan keuangan organisasi menjadi tanggung jawab bendahara.
"Nanti... kan dijawab oleh Budi seperti itu. Apakah itu sudah pasti, kan ya belum. Gitu ya, itu kalau dari aspek KPK. Dari... kemarin, kalau dari dalam, dari NU sendiri, saya sudah tanya kepada Bendahara. Karena apa? Karena di dalam PBNU ini seluruh biaya apa pun ya, termasuk Muktamar atau Munas, Konbes, dan sehari-harinya itu dicover oleh Bendahara Umum," kata Anwar.
Anwar mengatakan dirinya langsung meminta penjelasan Bendahara Umum setelah muncul pemberitaan mengenai dugaan aliran dana tersebut. Dari penjelasan yang diterimanya, seluruh pembiayaan kegiatan PBNU disebut berasal dari kas Bendahara Umum.
"Saya tanya... saya tanya kan, "Ini kok ada berita seperti ini gimana?" Saya tanya, dia menjawab, "Sepeser pun tidak ada dari luar. Semuanya berasal dari apa namanya... kas Bendahara Umum." Gitu loh," pungkas Anwar.
