Banggar Ungkap Anggaran untuk Bencana Naik Jadi Rp 1,1 Triliun di 2027

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengatakan anggaran penanggulangan bencana yang ada di BNPB pada 2027 mengalami kenaikan menjadi Rp 1,1 triliun. Angka tersebut naik dari alokasi di tahun sebelumnya hanya senilai Rp 494 miliar.
“2026, Rp 494 (miliar), sekarang Rp 1,1 (triliun). Di dalamnya termasuk dana on call, dana siap pakai 256 miliar. Kemudian ada dana on call DSP, dana siap pakai Rp 5 triliun. Masih ada dana pooling insurance kebencanaan Rp 14 T,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9).
Said mengatakan kenaikan anggaran tersebut merupakan respons pemerintah terhadap kebutuhan penanganan bencana yang semakin besar. Selain anggaran tersebut, masih terdapat sejumlah sumber pendanaan lain yang disiapkan untuk menghadapi bencana.
Saat ditanya apakah angka tersebut berarti ada penambahan anggaran bencana, Said membenarkannya. Ia menegaskan angka tersebut belum termasuk anggaran untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Ya, dong. Belum rehab-rekon. Untuk Sumatera, Aceh, ada Rp 10 T,” ujarnya.
Said menyebut pemerintah dan DPR akan terus mengupayakan tambahan dukungan anggaran untuk penanganan bencana.
“Besar sekali, tinggi sekali, bukan besar sekali. Bahwa jauh dari cukup, kita akan upayakan,” kata Said.
Adapun wacana penambahan anggaran bencana sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan sejumlah bencana di Indonesia secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).
Menurutnya, kondisi Indonesia yang berada di dalam lingkaran api membuat pemerintah harus selalu siap dengan segala kemungkinan bencana.
“Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire. Jadi, ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” kata Prabowo.
Prabowo menilai respons pemerintah terhadap sejumlah bencana yang terjadi belakangan ini telah berlangsung cukup cepat dan masif. Ia mencontohkan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dilakukan dengan mengerahkan kekuatan nasional.
“Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu. Sekarang pun dibandingkan tahun-tahun yang dulu, respons kita sangat cepat,” katanya.
Prabowo mengapresiasi seluruh unsur yang telah bekerja dalam penanganan bencana. Meski demikian, ia meminta setiap kendala maupun keterlambatan yang masih terjadi dicatat sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat langkah antisipatif pemerintah.
“Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” katanya.
