Benny K Harman Minta Maaf ke Wartawan soal Ucapan ‘Otak Kamu Ada Gak’

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Anggota Komisi III DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan terkait pernyataannya saat memberikan keterangan mengenai ketidakhadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD.

Benny menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikannya setelah sejumlah wartawan kembali menanyakan apakah SBY akan menghadiri agenda kenegaraan tersebut. Padahal, menurut Benny, sebelumnya dia telah menjelaskan bahwa SBY sedang menjalani check-up di Amerika Serikat hingga akhir Agustus.

“Ya, saya ngomong itu sebetulnya kan begini, tadi kan saya ditanya apakah Bapak Presiden Indonesia yang ke-6 akan hadir acara pidato Presiden Tahunan. Saya menyampaikan bahwa Bapak Presiden ke-6 saat ini lagi menjalani check up di Amerika. Besar kemungkinan sampai akhir bulan,” kata Benny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8).

Benny mengatakan kondisi tersebut membuat SBY tidak dapat menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD.

“Oleh sebab itu, tentulah beliau tidak berkesempatan, tidak bisa menghadiri acara kenegaraan ini. Ya, itu sebetulnya itu intinya, sudah jelas. Lalu tadi teman-teman bertanya lagi, ‘Berarti Bapak Presiden nanti, Presiden ke-6 Bapak SBY apakah hadir atau tidak hadir?’ Ya, ya kalau beliau sampai di sana akhir bulan ya otomatis lah beliau tidak bisa hadir, kan begitu,” jelasnya.

Menurut Benny, setelah menjelaskan hal tersebut, dirinya menganggap pertanyaan mengenai kehadiran SBY sudah selesai. Ia pun kemudian melontarkan pernyataan yang menyinggung wartawan.

“Itu sudah selesai, kan begitu, ah. Lalu selesai begitu, saya bilang, ah ini kalau tanya mesti pakai otak lah sedikit wartawan ini ya. Jangan sudah dijawab ya ditanya lagi, ditanya lagi itu. Tapi itu bukan konteksnya,” katanya.

Benny kemudian menyampaikan permintaan maaf apabila pernyataannya tersebut membuat wartawan merasa tersinggung.

“Jadi saya mohon maaf kalau tadi terasa tersinggung berarti, tapi nggak ada soal yang lebih lah gitu, jadi itu bukan isu utamanya ya,” ucapnya.

“Ya biasalah itu, orang lain bilang dungu. Kalau saya dibilang dungu sama orang, ya kalau saya dungu ya memang saya salah ya saya. Tapi itu bukan esensi,” sambung dia.

Sebelumnya, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) mengecam pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat memberikan keterangan mengenai ketidakhadiran Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD.

Adapun Benny K. Harman menyampaikan bahwa SBY tidak menghadiri agenda kenegaraan tersebut karena masih menjalani pemeriksaan kesehatan atau check-up di Amerika Serikat hingga akhir Agustus.

Pernyataan itu disampaikan Benny saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam sesi tanya jawab, seorang wartawan menanyakan kembali mengenai ketidakhadiran SBY pada 17 Agustus. Benny kemudian merespons dengan kalimat yang dinilai merendahkan wartawan.

“Woi, kau, otak kamu ada gak. Saya jelaskan gitu kok. Iya kan. Kalau dia sudah check up di sana sampai akhir bulan kok masih nanya lagi, banyak wartawan yang aneh-aneh sekarang ini,” ujar Benny.

Wakil Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Erwin Siregar menyayangkan sekaligus mengecam pernyataan tersebut.

“Kami menyayangkan dan mengecam pernyataan yang merendahkan dari Pak Benny K. Harman,” kata Erwin.

KWP meminta Benny K. Harman memberikan permintaan maaf secara pribadi kepada wartawan yang bersangkutan maupun kepada publik atas pernyataan tersebut.

“Kami meminta Pak Benny K. Harman meminta maaf secara pribadi kepada wartawan yang bersangkutan dan juga kepada publik,” tegas Erwin.

“Jika tidak ada permintaan maaf, kami akan melaporkan persoalan ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD),” kata Erwin.