BMKG Ikut Ratas Gambut, Bawa Data Ketersediaan Air hingga Tanaman yang Cocok

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9).

Faisal mengatakan rapat tersebut akan membahas pemanfaatan sekaligus pengelolaan lahan gambut.

"Saya mendapat info terkait dengan pemanfaatan dan juga pengelolaan lahan gambut. Sepertinya itu topik yang akan dibahas," kata Faisal kepada wartawan.

Menurut Faisal, BMKG dapat memberikan sejumlah data untuk mendukung pembahasan tersebut. Salah satunya terkait kondisi dan ketersediaan air di kawasan gambut, terutama pada periode musim kering.

Ia menjelaskan BMKG memiliki ribuan alat observasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Data dari perangkat tersebut dapat digunakan untuk memetakan kondisi lahan gambut secara lebih rinci.

"Ya, karena BMKG kan memiliki peralatan observasi yang cukup lengkap di ada 10.800 alat utama kita di seluruh Indonesia, sehingga kita bisa memberikan informasi misalnya terkait dengan ketersediaan air di gambut, ya daerah mana yang ketersediaan airnya cukup pada bulan-bulan kering seperti ini, mana yang kurang, ya itu secara detail juga kita bisa berikan," ujarnya.

Faisal menuturkan karakteristik lahan gambut berbeda-beda, termasuk berdasarkan kedalamannya. Kondisi tersebut turut menentukan jenis tanaman yang sesuai untuk dikembangkan di suatu kawasan.

"Kemudian juga untuk memberikan masukan terkait dengan pemanfaatannya bagaimana, tanaman apa yang cocok, kemudian untuk gambut yang dangkal, tanah gambut yang kurang dari 1 meter itu bisa ditanami apa," tuturnya.

"Kalau lebih dalam lagi seperti apa, karakteristiknya berbeda-beda dari satu lokasi ke lokasi lain juga pemanfaatan dari varietas tanaman yang cocok itu juga kita memiliki data-data terkait itu," kata Faisal.