Cerita Prabowo Diminta Presiden Korsel ke Korut untuk Buka Ruang Dialog

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Pengusaha Kadin Pusat dan Kadin Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Pengusaha Kadin Pusat dan Kadin Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sempat memintanya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka ruang dialog. Prabowo mengaku siap memenuhi permintaan tersebut apabila diminta secara resmi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).

Prabowo mengatakan Indonesia selama ini menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif dengan menjalin hubungan baik dengan seluruh negara.

"Indonesia, we are neutral. Kita hormati semua kekuatan. Kita baik sama AS. Tapi kita baik juga sama Tiongkok, kita juga baik sama Rusia, kita baik sama Jepang, kita baik sama India, kita baik sama Australia," kata Prabowo.

Ia menambahkan, Indonesia juga terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga.

"Kita ada masalah kadang-kadang, ada yang mau separatis, tapi kita baik sama tetangga kita, sama PNG kita baik. Ini juga yang membuat kita bisa diterima di mana-mana," ujarnya.

Prabowo kemudian mengungkapkan salah satu pembicaraan dalam kunjungan terakhirnya ke Korea Selatan.

"Bahkan kunjungan saya terakhir di Korea Selatan, Presiden Korea Selatan minta kepada saya, bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog," ungkapnya.

Presiden Prabowo Subianto melalukan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Istana Kepresidenan Blue House, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Prabowo mengatakan dirinya bersedia menjalankan permintaan tersebut apabila memang diminta secara resmi.

"Saya bilang, 'Oh saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat," tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia dipercaya banyak negara karena tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

"Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampuri urusan dalam negeri negara orang lain. Itu yang kita pegang teguh. Di Myanmar pun kita pegang teguh, kita bisa diterima oleh hampir semua pihak," katanya.