Didampingi Prananda, Megawati Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Muhammad Prananda Prabowo Saat Peresmian Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/7). Foto: Dok. PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Muhammad Prananda Prabowo Saat Peresmian Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/7). Foto: Dok. PDIP

Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli sekaligus meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di halaman Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Megawati tiba didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP, M. Prananda Prabowo. Saat memasuki lokasi acara. Sebelum acara dimulai, sejumlah cucu Megawati tampak menghampiri dan mencium tangan sang nenek.

Sejumlah tokoh nasional turut menghadiri acara tersebut. Di antaranya pakar hukum tata negara Mahfud MD, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Meutia Hatta, Halida Hatta, Guruh Soekarnoputra, Sidarto Danusubroto, Todung Mulya Lubis, hingga seniman Dolorosa Sinaga.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Setelah itu, Hasto Kristiyanto memimpin hening cipta untuk mengenang para korban Tragedi Kudatuli.

Usai hening cipta, acara dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila yang dipimpin Erlangga dan diikuti seluruh peserta.

Peresmian monumen menjadi puncak rangkaian peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli yang terjadi pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato pada peresmian Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Momumen Perempuan Memeluk 5 Sosok

Megawati yang tampak mengenakan pakaian berwarna hitam secara simbolis memulai hitungan mundur peresmian Monumen Peristiwa Kudatuli. Sebelum memencet tombol, Megawati menyampaikan pesan khusus kepada seluruh rakyat untuk terus memegang semangat dan api perjuangan.

"Api perjuangan itu saya selalu yakin tidak akan pernah padam selama rasa cinta kepada tanah air terus bergema di dalam dada sanubari kita," ujarnya.

Didampingi Prananda Prabowo, Megawati memencet tombol peresmian Monumen Peristiwa Kudatuli.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Monumen Kudatuli ini atau peristiwa 27 Juli pada 30 tahun yang lalu, saya resmikan," ucap Megawati.

Monumen yang sebelumnya ditutup oleh kain hitam pun dibuka. Tampak Monumen Peristiwa Kudatuli terpampang megah di halaman depan Kantor DPP PDIP.

Monumen itu menggambarkan sosok perempuan yang tampak memeluk lima sosok yang tampak menunduk. Prananda Prabowo pun bertepuk tangan saat kain hitam dibuka.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato pada peresmian Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Dok. PDIP

Dalam pidatonya, Megawati secara khusus mengucapkan terima kasih kepada seniwati yang telah membuat monumen tersebut.

"Saudara-saudara sekalian yang saya cintai, secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada seniwati yang saya kenal dan pandai. Saya memanggilnya Mbak Dolorosa Sinaga, yang telah menggambarkan dengan baik terhadap apa yang saya kontemplasikan selama ini," ujar Megawati.

Megawati kemudian menceritakan proses kontemplasi yang melahirkan gagasan monumen tersebut. Baginya, monumen ini bukan sekadar batu dan logam, melainkan simbol perjuangan yang lahir dari perenungan mendalam.

"Kontemplasi itu berpikir, merenung, berdoa. Lalu kita... saya selalu berdoa, mengatakan kepada Allah SWT, kapan akan berhenti keadaan Republik Indonesia yang dicita-citakan oleh bapak saya menjadi sebuah negara yang mandiri, yang kaya raya, rakyatnya hidupnya sejahtera, aman, dan sentosa," ungkapnya.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato pada peresmian Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Dok. PDIP

Megawati menjelaskan bahwa monumen ini menggambarkan apa yang ia sebut sebagai "kesabaran revolusioner" yang lahir dari keyakinan, keteguhan, dan keberanian.

Peristiwa Kudatuli atau Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli merupakan penyerbuan terhadap kantor DPP PDI yang saat itu menjadi basis pendukung Megawati Soekarnoputri. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung kubu Soerjadi yang didukung pemerintahan Orde Baru dan memicu kerusuhan di Jakarta.

Berdasarkan catatan Komnas HAM, tragedi tersebut mengakibatkan sedikitnya 5 orang meninggal dunia, 149 orang mengalami luka-luka, serta 23 orang dinyatakan hilang.

PDIP menyebut peresmian Monumen Peristiwa Kudatuli menjadi simbol untuk mengenang perjuangan demokrasi sekaligus mengingatkan publik agar tragedi tersebut tidak dilupakan serta keadilan bagi para korban terus diperjuangkan.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Muhammad Prananda Prabowo Saat Peresmian Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/7). Foto: Dok. PDIP