Eks Kalapas Cibinong Ngaku Perintahkan Copot Sofa-AC, Jelang Menimipas Datang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong yang dicopot, Wisnu Hani Putranto, hadir dalam rapat Komisi XIII DPR pada Senin (28/9/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong yang dicopot, Wisnu Hani Putranto, hadir dalam rapat Komisi XIII DPR pada Senin (28/9/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong yang telah dicopot, Wisnu Hani Putranto, mengakui telah memerintahkan anak buahnya untuk mencopot dan mengeluarkan sejumlah perabotan usai ramai fasilitas mewah bak apartemen yang ditemukan Ombudsman di Lapas itu.

Sejumlah perabotan seperti AC sudah tak ada di sana saat Menteri Imipas Agus Andrianto datang untuk pengecekan.

Hal ini disampaikan Wisnu dalam rapat bersama Komisi XIII DPR pada Senin (28/9). Awalnya, Anggota Komisi XIII Yanuar Arif Wibowo menyorot soal perabotan yang sudah tak ada.

“Hasil temuan dari Ombudsman, yang 2 hari kemudian apa yang nampak dalam video itu, itu hilang dalam sekejap. Dan saya lihat Pak Menteri bingung, kok ini berbeda. Ini saya minta satu pertanyaan dijawab sama Pak Kalapas,” ujar Yanuar.

“Itu yang memerintahkan memindahkan semua barang-barang temuan Ombudsman, hilangnya sofa, hilangnya AC, tidak adanya lagi foto yang ada di meja, dan seterusnya itu, siapa yang memerintahkan memindahkan itu, Pak Wisnu? Siapa, Pak?,” tambahnya.

Wisnu pun mengakui telah memerintahkan agar sejumlah perabotan itu dikeluarkan.

“Siap. Mohon izin, Bapak. Yang memerintahkan adalah saya, Bapak,” tuturnya.

Yanuar pun terus mencecar Wisnu.

“Kenapa Anda perintahkan?,” ujar Yanuar.

“Karena barang-barang tersebut bukan barang milik negara, Bapak,” jawab Wisnu.

“Yang memasukkan barang-barang itu siapa?,” tanya Yanuar.

“Penanggung jawab rumah tersebut adalah Kepala Seksi Kamtib, Bapak,” jawab Wisnu lagi.

“Anda menjadi Kalapas, dalam catatan saya, ini 3 tahun bulan Oktober besok. Artinya Anda tahu persis barang-barang itu masuk, yang bukan pada tempatnya. Kenapa baru kemarin setelah Ombudsman datang ke sana?,” tanya Yanuar.

“Siap. Mohon izin, Bapak. Karena memang kami tidak pernah silaturahmi atau masuk ke rumah anggota kami, Bapak,” jawab Wisnu.

Yanuar pun meminta agar Wisnu tak berbohong terkait pengadaan barang-barang tersebut.

“Bapak janganlah bohonglah. Enggak, ini disaksikan oleh semua publik, Pak. Ya? Melihat peristiwa kemarin Pak Menteri datang ke sana dengan situasi yang berbeda, Anda bukan cuma bohongin Pak Menteri, Anda bohongin seluruh rakyat Indonesia, Pak!,” ujar Yanuar.

“Ini enggak bisa dibenarkan. Ya? Jadi Bapak mendingan jujur, terbuka di sini, itu mungkin bisa meringankan. Jadi jangan main-main dengan kecerdasan publik, Pak. Jangan bilang AC rusak kemudian dicopot. Di mana pernah ada rusak dicopot, Pak? Ya kan nanti diperbaiki, diservis!,” tambahnya.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melakukan sidak ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, pada Jumat, (25/9). Dalam peninjauannya bersama Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto, Agus menyebutkan bahwa area yang disorot disebut merupakan bangunan rumah pegawai atau rumah dinas.

Kondisi ruangan yang dilihat Agus berbeda dari yang ditemuakn Ombudsman.