Fraksi Gerindra Tegaskan Hubungan Prabowo-Gibran Sangat Baik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bambang Haryadi, politisi Partai Gerindra, yang juga Anggota/Wakil Ketua Komisi VII DPR. Foto: Andri/Man/dpr.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Bambang Haryadi, politisi Partai Gerindra, yang juga Anggota/Wakil Ketua Komisi VII DPR. Foto: Andri/Man/dpr.go.id

Fraksi Partai Gerindra DPR RI membantah kabar yang menyebut adanya instruksi internal untuk mengawasi pergerakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gerindra menegaskan informasi tersebut tidak benar dan memastikan hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Wapres Gibran tetap berjalan baik.

"Gerindra selalu men-support pemerintahan Prabowo-Gibran, dan hubungan keduanya sangat baik. Ini gosip tidak benar, dan cenderung mengadu domba," kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, dalam keterangannya, Selasa (23/6).

Bambang mengatakan isu tersebut muncul setelah beredarnya pemberitaan mengenai rapat khusus fraksi yang kemudian memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.

Sebagai Sekretaris Fraksi yang mendampingi Ketua Fraksi Gerindra Budi Djiwandono, ia memastikan tidak pernah ada pembahasan ataupun instruksi seperti yang dituduhkan.

Menurut Bambang, arahan yang diberikan pimpinan fraksi justru berfokus pada pengawasan program-program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Yang ada adalah perintah untuk mengawasi ketersediaan pangan dan harga sembako di daerah pemilihan semua anggota DPR, agar kita dapat memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga daya belinya," jelas Bambang.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya tentang kebijakan ekonomi dan rencana fiskal 2027 kepada anggota parlemen yang disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di gedung parlemen di Jakarta, 20 Mei 2026. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Ia menilai narasi yang berkembang tidak didasarkan pada fakta yang sebenarnya. Karena itu, Bambang mengingatkan pentingnya penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat.

"Gerindra menghormati kebebasan pers, tetapi berharap dalam setiap penyajian berita lebih faktual dan akurat. Jangan membuat narasi yang lebih cenderung ke gosip bukan berita," pungkasnya.