Gerindra soal Keakraban Prabowo-Pramono: Tak Bisa Ditafsirkan Pertemuan Politik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Menhub Dudy Purwagandhi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menumpang LRT di rute LRT Kelapa Gading-Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026).  Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Menhub Dudy Purwagandhi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menumpang LRT di rute LRT Kelapa Gading-Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merespons momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadi sorotan saat peresmian LRT rute Kelapa Gading–Manggarai, Jakarta, pada Rabu (16/9).

Keakraban itu pun menjadi perbincangan di media sosial yang mengaitkan Prabowo dengan Pramono dalam konteks Pilpres 2029 mendatang.

Menanggapi ini, Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menegaskan perbincangan bursa kepemimpinan nasional tersebut masih terlampau dini untuk dibahas saat ini.

Sugiat menegaskan bahwa jajaran partai berlambang kepala garuda itu saat ini tengah berkonsentrasi penuh mengawal realisasi program-program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo, bukan memikirkan kontestasi pemilu lima tahunan yang masih jauh.

“Kalau dalam konteks Pemilu 2029, ya Gerindra sekali lagi belum fokus dalam konteks itu,” ujar Sugiat saat dihubungi, Jumat (18/9).

Sugiat berpandangan interaksi hangat keduanya murni merupakan sinergi koordinasi antara kepala negara dan kepala daerah dalam agenda pemerintahan resmi, yakni peluncuran moda transportasi publik.

“Pak Prabowo dan Gubernur DKI kemarin itu kan dalam kerangka kerjaan. Pak Prabowo sebagai Presiden, Pak Pramono sebagai Gubernur, pernah hadir pada sebuah kegiatan bersama, launching LRT kan. Itu tidak bisa ditafsirkan sebagai sebuah apa ya, pertemuan politik, ya,” jelasnya.

Meski demikian, Sugiat tidak menampik bahwa gaya kepemimpinan politik Prabowo senantiasa berprinsip merangkul seluruh entitas politik demi stabilitas nasional. Pintu komunikasi dan kerja sama Gerindra selalu terbuka bagi partai mana pun, termasuk kubu oposisi atau partai di luar pemerintahan saat ini.

“Kalau dalam konteks koalisi, ya Gerindra pasti sama seperti yang selalu disampaikan Pak Prabowo, kan. Pak Prabowo ini kan budaya politiknya kan mempersatukan. Bahwa kita membuka pintu selebar-lebarnya kepada siapa pun, kepada kekuatan politik mana pun, apakah yang sekarang berada di koalisi, bahkan PDIP sekalipun,” tutur Sugiat.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso memimpin rapat kerja dengan Kepala Staf Kepresidenan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Kendati peluang kolaborasi tetap terbuka luas, Gerindra meminta publik dan elite politik tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan ke arah kontestasi elektoral 2029. Prioritas utama pemerintahan saat ini adalah menjawab persoalan riil dan kesejahteraan masyarakat.

“Ya kalau bagi kita itu masih masih terlalu dini lah untuk membahas politik. Masih banyak persoalan-persoalan rakyat yang harus dipikirkan secara fokus dan dituntaskan secara fokus,” pungkasnya.