Golkar Tak Setuju Usulan NasDem Parliamentary Threshold 7%: Tetap Dorong 5%

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji merespons Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 7 persen. Golkar tetap berpandangan angka 5 persen lebih tepat untuk diterapkan pada Pemilu.

Menurutnya, pengaturan ambang batas juga perlu mempertimbangkan keberagaman ideologi yang hidup di tengah masyarakat.

“Ambang batas parlemen itu adalah instrumen untuk terciptanya sistem multi partai sederhana. Tapi kita juga harus memperhatikan ragam dan karakter ideologis yang ada di masyarakat,” kata Sarmuji saat dikonfirmasi, Senin (21/9).

“Untuk pemilu ini angka sekitar 5 persen sudah ideal,” lanjutnya.

Menurut Sarmuji, Golkar tetap memilih angka 5 persen dibandingkan usulan kenaikan parliamentary threshold menjadi 7 persen. Ia khawatir ambang batas yang terlalu tinggi justru membuat sejumlah kelompok dengan karakter ideologis tertentu tidak terwakili di parlemen.

“Lebih baik lima persen. Ragam ideologi yang hidup di masyarakat agar tetap tercermin melalui partai-partai di parlemen,” ungkap Sarmuji.

“Khawatirnya kalau 7 persen jumlah partai tidak mencerminkan ragam ideologis masyarakat,” sambung dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan partainya tetap mendorong kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 7 persen dalam pembahasan RUU pemilu.

“Dari pemilu ke pemilu memang NasDem paling eager untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold. Saya harus katakan sejujurnya memang itu,” kata Surya Paloh usai acara di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).

Paloh mengatakan usulan tersebut berdasar keinginan NasDem untuk menyederhanakan jumlah partai politik di parlemen. Menurutnya, lebih sedikit partai dapat membuat proses demokrasi jadi lebih efektif.

Ketum NasDem Surya Paloh mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Menurut Paloh, penyederhanaan jumlah partai tersebut dapat dilakukan melalui kenaikan parliamentary threshold. Ia bahkan menyebut partainya akan ikhlas seandainya penerapan ambang batas tersebut dilakukan.

“NasDem mengusulkan 7%, walaupun surveinya NasDem 4%. Jadi NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi, ya itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai,” kata Paloh.