Jokowi Tak Lagi Tegas Prabowo-Gibran 2 Periode, PSI: Kami Belum Dapat Arahan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus usai bertemu Jokowi di Solo, Senin (13/4/2026). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus usai bertemu Jokowi di Solo, Senin (13/4/2026). Foto: Dok. kumparan

Ketua Bidang Politik DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menilai pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Pemilu 2029 masih jauh tidak mengubah dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode.

Bestari mengatakan, pernyataan Jokowi tersebut masih sejalan dengan sikap yang disampaikan sebelumnya. Menurut dia, Jokowi memang menginginkan Prabowo-Gibran kembali memimpin, tetapi pelaksanaan Pemilu 2029 masih cukup lama.

“Walaupun Pak Jokowi menginginkan Prabowo-Gibran dua periode, tetapi kan untuk mewujudkan itu memang masih jauh,” kata Bestari saat dihubungi, Jumat (9/10).

Bestari menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima petunjuk atau arahan baru dari Jokowi terkait dukungan tersebut. PSI juga belum bertemu langsung dengan Jokowi untuk membahas perkembangan sikap politiknya.

“Masih nyambunglah kalau menurut kami sih. Dan kami belum mendapatkan petunjuk ataupun arahan baru, dan belum juga bertemu dengan beliau. Nah, jadi kalau kami melihat masih nyambung, ya pemilu masih jauh lah. Sudah pokoknya yang statement terdahulu belum berubah berarti,” ujarnya.

Ia mengatakan, PSI tengah mengatur waktu untuk bertemu dengan Jokowi di Solo. Pertemuan itu diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai perkembangan sikap Jokowi ke depan.

“Kalau pun mungkin ada hal-hal yang baru, ya harap bersabar. Kami akan segera bertemu dengan Pak Jokowi di Solo, sedang mengatur waktu. Jadi, insyaallah ada petunjuk-petunjuk yang bisa kita sampaikan,” kata Bestari.

Bestari kembali menegaskan, sejauh ini dukungan Jokowi terhadap Prabowo-Gibran untuk dua periode masih menjadi pegangan PSI. Meski demikian, ia juga menyinggung isyarat Jokowi bahwa Pemilu 2029 masih jauh.

“Ya, seperti itu. Namun demikian, memang pemilu masih jauh seperti yang diisyaratkan Pak Jokowi,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi memilih tidak memberikan jawaban spesifik ketika ditanya mengenai peluang Gibran kembali maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2029.

“Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu, entah kerja politik, entah kerja di pemerintahan, kerja untuk rakyat lah semuanya,” kata Jokowi di kediamannya di Solo, Kamis (8/10).

Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) berbincang dengan Ketua DPR (kedua kiri) dan Ketua DPD sebelum menghadiri Sidang Tahunan 2026 di di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Pernyataan tersebut berbeda dengan sikap Jokowi pada awal tahun. Pada 30 Januari 2026, ia secara tegas menyatakan dukungannya terhadap Prabowo-Gibran untuk dua periode.

“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” kata Jokowi saat itu.

Di sisi lain, Bestari juga menepis anggapan bahwa hubungan Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto mulai merenggang. Ia menyebut keduanya masih menjalin hubungan yang sangat baik.

“Artinya ini menjawab semua isu-isu yang digelontorkan oleh para pihak terkait hubungan baik antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo yang mungkin sebagian mereka itu mengharapkan hubungan ini menjadi tidak baik, tapi saya yakin dua-duanya negarawan,” katanya.

“(Hubungan) sangat baik,” lanjutnya.