KDM Lantik Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan 2025-2030

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Pelantikan Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja sisa masa jabatan 2025-2030 di Gedung Pakuan, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. YouTube Wibawamukti TV
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Pelantikan Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja sisa masa jabatan 2025-2030 di Gedung Pakuan, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. YouTube Wibawamukti TV

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melantik Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025-2030. Pelantikan berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (23/10).

Dalam sambutannya, Dedi berpesan agar Asep segera melakukan pembenahan di Kabupaten Bekasi, terutama dalam hal pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penataan lingkungan.

Dedi menilai, Kabupaten Bekasi memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan anggaran dan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia meminta Asep memimpin seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar bekerja lebih optimal dan mempercepat pembangunan di wilayahnya.

"Maka saya minta kepada dr. Asep sebagai bupati, pimpin seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Bekasi, tingkatkan layanan masyarakatnya, perbanyak belanja infrastrukturnya," kata Dedi.

Gubernur Jabar KDM (kanan) melantik Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Jumat (23/10/2026) di gedung DPRD Kab Bekasi. Foto: YouTube/Wibawamukti TV

Menurut Dedi, pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah harus bisa dirasakan masyarakat, mulai dari kondisi jalan, kualitas sekolah, hingga pelayanan di puskesmas dan rumah sakit.

Ia juga menyoroti kondisi lingkungan Kabupaten Bekasi yang dinilainya masih membutuhkan banyak pembenahan, meskipun daerah tersebut memiliki kemampuan keuangan yang besar.

"Bekasi itu duitnya banyak, tapi daerahnya enggak rapi. Sungainya penuh sama sampah, sudah hijau-hijau, rumput di sungainya segini. Sampah tiap daerah numpuk, spanduk baliho di mana-mana bertebaran," ujarnya.

Dedi meminta Asep berani mengambil langkah tegas untuk memperbaiki kondisi tersebut. Ia juga mendorong agar penataan wilayah dilakukan melalui pembagian tugas yang jelas kepada camat, lurah, dan kepala dinas.

Selain itu, Dedi meminta Asep mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan pemerintahan dan tidak menjadikan jabatan sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.

"Saya yakin dr. Asep bisa," kata Dedi.

Ia berharap kepemimpinan Asep mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah.