Komisi X: Sekolah Dibuka di Zona Hijau Harus dengan Shift, Cukup 3-4 Jam

Kemendikbud menyatakan sekolah yang berada di zona hijau dapat dibuka di masa new normal dengan sejumlah persyaratan yang ketat. Ketua Komisi Pendidikan DPR, Syaiful Huda, mengatakan rencana itu sesuai dengan rekomendasi yang disampaikan pihaknya ke Kemendikbud karena kondisi psikologis anak yang merasa kehilangan situasi belajar di sekolah.
Namun, kata dia, sekolah yang dibuka di zona hijau, harus menerapkan sistem shift pada waktu operasionalnya. Selain itu, protokol kesehatan, seperti penyediaan sarana prasarana tempat cuci tangan dan penggunaan masker juga harus dipenuhi sekolah.
"Ya, itu sesuai dengan rekomendasi Komisi X, jadi memang yang zona merah, zona kuning, Komisi X meminta supaya tetap jangan dibuka dulu. Tentu standar protokol kesehatan tetap harus dijalankan sekolah harus menyiapkan tes suhu badan anak, hand sinitizer atau tempat cuci tangan pakai masker, sekolah 50 persen," kata Syaiful saat dihubungi, Senin (8/6).
"Jadi gini memang harus diakui ada suasana psikologis siswa kita ini, memang kehilangan suasana belajar. Memang di zona hijau kita dorong dilakukan (buka sekolah) supaya mereka tidak kehilangan itu susana belajar di sekolah tapi dengan (protokol kesehatan)," lanjut dia.
Kemudian, politikus PKB itu menjelaskan sistem shift yang dapat diterapkan sekolah yakni membatasi jumlah siswa yang berada di dalam kelas. Kegiatan belajar mengajar juga dapat diatur dan dibagi jadwal yakni pagi dan siang hari.
"Kalau rata-rata selama ini di kelas 30-40 orang misalnya, artinya itu harus dilaksanakan dua shift, pagi sama siang. Dan tidak harus semuanya kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 masuk semua. Jadi skemanya bisa saja per hari cukup kelas 1, 2, 3. Anak-anak ini libur, minggu berikutnya kelas 4, 5, 6;" jelas dia.
Selain itu, kata dia, waktu kegiatan belajar mengajar di sekolah juga perlu dibatasi selama 3 sampai 4 jam. Dengan adanya pembatasan waktu, siswa didik diharapkan tidak berkumpul terlebih dahulu dengan siswa lain dan menimbulkan risiko virus corona.
"Kedua, pengurangan management waktu. Jadi jangan seharian full karena akan berisiko anak-anak kumpul itu karena habit anak-anak kan berkumpul, itu harus ada pembatasan waktu paling lama aktivitas pembelajaran cukup 3-4 jam," pungkas Syaiful.
--------------------------
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
