KSP Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang Publik Sampaikan Pendapat hingga Kritik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (purn) Dudung Abdurachman menyampaikan pemerintah selalu membuka ruang bagi publik menyampaikan pendapat, termasuk kritik.

Hal ini disampaikan Dudung dalam unggahan akun Instagram @kantorstafpresidenri, Jakarta, Jumat (12/6).

Adapun, hari ini mahasiswa dari aliansi BEM UI menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta. Massa mahasiswa terlihat di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Mulanya, Dudung menyampaikan Indonesia lahir bukan dari jalan yang lapang. Melainkan, bangsa ini tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah pendiri bangsa.

"Kita pernah tercabik oleh pemberontakan PKI, DI/TII, RMS, GTO Plus PKI, dan berbagai gerakan yang ingin mengoyak merah putih dari dada bangsa ini," kata Dudung,

Dudung menyebut Indonesia juga pernah goyah akibat konflik komunalistik hingga berbagai peristiwa sosial politik di Papua dan daerah lainnya. Dari berbagai masalah tersebut, ia mengeklaim hati nurani bangsa pernah diuji.

"Bangsa ini tetap berdiri karena kita memiliki warisan luhur Bhinneka Tunggal Ika, Tanhana Dharma Mangruah. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Tidak ada kebenaran yang mendua," ujarnya.

Masa mahasiswa berjalan kaki menuju ke bundaran Hotel Indonesia untuk aksi unjuk rasa, Jakarta, Jumat (12/6). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Dudung kemudian menyampaikan saat ini semua pihak, tak terkecuali pemerintah, dituntut untuk lebih bijaksana. Salah satunya dalam menyampaikan pendapat dan kritik.

"Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik. Karena kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun bukan meruntuhkan," jelasnya.

Dudung pun menegaskan jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa. Pasalnya, pemerintah era Presiden RI Prabowo Subianto bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.

"Mari kita bersama sebagai bangsa Indonesia, merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia emas 2045," tandas dia.