Pimpinan DPD Sambangi Kediaman Ma'ruf Amin, Antar Undangan Sidang Tahunan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin Didampingi Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai dan Tamsil Linrung Saat Berkunjung ke Kediaman Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Ma'ruf Amin di Kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (10/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin Didampingi Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai dan Tamsil Linrung Saat Berkunjung ke Kediaman Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Ma'ruf Amin di Kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (10/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengunjungi kediaman Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (10/8). Kunjungan tersebut untuk menyerahkan langsung undangan menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada Jumat (14/8) mendatang.

Sultan datang didampingi Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai dan Tamsil Linrung. Ia mengatakan DPD RI tahun ini menjadi tuan rumah pelaksanaan sidang bersama sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).

"Jadi, kali ini tanggal 14 Agustus, Jumat yang akan datang kan sidang tahunan sekaligus sidang bersama. Kita akan mendengarkan pidato kenegaraan Bapak Presiden," kata Sultan seusai bertemu Ma’ruf Amin di kediamannya, Depok, Jawa Barat, Senin (10/8).

Sultan mengatakan pimpinan DPD RI berinisiatif mengantarkan langsung undangan kepada sejumlah tokoh bangsa dan tokoh negara, termasuk mantan presiden dan wakil presiden.

"Kebetulan memang sesuai undang-undang MD3, tahun ini DPD yang akan menjadi host atau tuan rumah. Nah, sesuai dengan yang kami sampaikan bahwa DPD mengambil inisiatif untuk tokoh-tokoh bangsa, tokoh negara, kemudian mantan presiden dan wakil presiden, memang pimpinan DPD yang akan mengantar langsung," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sultan menyebut Ma’ruf Amin menyampaikan kesediaannya untuk hadir dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD.

Sejumlah anggota parlemen memberikan apalus usai Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga

Sultan berharap momentum tersebut dapat menjadi kesempatan bagi para tokoh bangsa untuk berkumpul dan menunjukkan persatuan di tengah situasi geopolitik yang dinilainya masih belum menentu.

"Ini kan momentum tahunan, ya. Momentum penting untuk negara, kami memaknai sebagai persatuan. Ini momentum yang paling tepat untuk memperlihatkan kepada bangsa bahwa demokrasi kita bisa guyub, bisa tenang," ujar Sultan.

"Kalaupun kondisi geopolitik sekarang masih dalam tanda kutip, masih agak kurang tidak menentu, tapi minimal bangsa kita menunjukkan bahwa di hari kemerdekaan kita yang ke-81 ini, tokoh-tokoh bangsa bisa berkumpul. Intinya itu sih," tegasnya.

Begitu juga Ma’ruf Amin, dia mengatakan Sidang Tahunan merupakan momentum penting untuk mendengarkan secara langsung laporan Presiden mengenai kinerja pemerintah.

"Saya kira momentum sidang tahunan itu kan penting. Semacam report kepala negara terhadap kinerja yang nanti akan memperoleh pembahasan di DPD, di DPR, dan MPR, seberapa jauh kinerja pemerintah itu nanti disikapi," kata Ma'ruf.

Menurutnya, masyarakat dapat mengetahui secara langsung kinerja pemerintah melalui laporan Presiden sehingga tidak hanya mengandalkan penilaian atau informasi yang belum berdasarkan fakta.

"Supaya masyarakat itu tidak mengira-ngira atau memberikan penilaian-penilaian yang tidak berdasarkan fakta yang ada. Jadi, saya kira melalui sidang tahunan ini, saya kira masalah-masalah apa yang dikerjakan, apa yang masih dihadapi, ya itu akan menjadi jelas," kata dia.

Ma’ruf juga menyatakan keinginannya untuk menghadiri sidang tersebut apabila kondisi kesehatannya memungkinkan.

"Karena itu, kalau saya kalau sehat, saya ingin tetap hadir dan bisa mendengarkan laporan Presiden di sidang tahunan ini. Saya kira itu," tutup Ma'ruf.