Prabowo Beri 'Nilai Rapor' untuk Bahlil: Memuaskan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Presiden Prabowo memberikan nilai rapor untuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia menilai, kinerja Bahlil selama 2 tahun menjadi pembantunya sudah memuaskan.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

"Pak Bahlil, ya kan, teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Ambil manfaat dari apa yang sudah kau pelajari. Saya terus menilai pekerjaan beliau dan saya menilai sampai sekarang beliau harus saya kasih rapor memuaskan," kata Prabowo.

Prabowo mengakui sebenarnya sulit untuk memberi nilai. Karena, dari setiap aspek, sudah punya nilainya masing-masing.

"(Nilai) 100 itu milik Yang Maha Kuasa, iya kan? 99 dimiliki oleh MPR RI ya. 98 dimiliki oleh Presiden Republik Indonesia, 98. 97 dimiliki oleh DPR RI. Jadi kalau (Menteri) udah dapat nilai 91, 92 sudah tinggi itu," ujar dia.

"(Nilai) 96 DPD ya kan, 96 DPD. Nah 95 Ketua Umum partai ya kan. Jadi kalau menteri dapat 88, 89 oke, memuaskan," sambungnya.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Namun demikian, Prabowo menilai, masih ada 2 tahun lagi untuk meningkatkan kinerja dari para menteri.

"Tapi masih tengah, jadi ini dua tahun, masih ada... ini bisa dikatakan kayak semester apa itu mid-semester. Jadi masih ada waktu untuk memperbaiki, untuk yang lain-lain masih ada waktu memperbaiki nilai," tutur dia.