Prabowo Minta Kepala Daerah Tak Kerahkan Warga Sambut Kunjungannya: Kasihan

Presiden Prabowo Subianto meminta para gubernur dan bupati tidak mengerahkan masyarakat untuk menyambut setiap kunjungan kerjanya. Menurutnya, ia senang bertemu rakyat, tetapi tidak ingin warga harus menunggu berjam-jam di bawah terik matahari.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri akad massal 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
"Saudara-saudara, walaupun sekali lagi saya mohon para gubernur, bupati ya kalau saya datang tidak perlu untuk dikerahkan rakyat supaya nyambut saya sebetulnya," kata Prabowo.
Ia mengaku senang bertemu masyarakat apabila memang mereka ingin menyambut secara langsung. Namun, ia merasa kasihan jika warga harus menunggu terlalu lama.
"Saya senang ketemu rakyat kalau memang dia ingin nyambut saya. Tapi kalau dikerahkan saya kasihan, dia nunggu berjam-jam di panas itu saya kasihan. Ya santai-santai aja," ujarnya.
Prabowo menegaskan hal terpenting bagi pemerintah adalah bekerja memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
"Yang penting kita bekerja untuk rakyat, itu yang penting. Saya yakin rakyat tahu pemerintah yang ini sekarang bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat Indonesia," ucapnya.
Ia memastikan pemerintah tidak memiliki kepentingan lain selain mengabdi kepada rakyat.
"Kita tidak ada kepentingan lain. Dan dengan demikian hasil yang kita capai sungguh membanggakan, di tengah dunia yang penuh dengan bahaya," tutur Prabowo.
