Prabowo: Tak Ada yang Lebih Genting dari Kelaparan, PBB Sudah Beri Warning

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan paparan di depan siswa dan orang tuanya saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan paparan di depan siswa dan orang tuanya saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tidak ada kondisi yang lebih mendesak daripada persoalan kelaparan. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6).

Menurut Prabowo, kebutuhan pangan adalah hal paling mendasar bagi manusia. Pernyataan itu disampaikan Prabowo untuk menjawab pro kontra terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahannya.

“Katanya ada orang-orang pinter yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar! Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi ya dia mati," kata Prabowo.

Prabowo juga menyinggung prediksi lembaga internasional terkait potensi krisis pangan global yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Dan PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi 500 juta, 700 juta FAO memberi warning," tuturnya.

Meski demikian, Prabowo menyebut Indonesia saat ini berada dalam posisi yang lebih kuat karena mulai mampu memproduksi dan mengekspor sejumlah komoditas pangan.

"Dan saudara-saudara, alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain saudara-saudara sekalian," kata Prabowo.

Presiden Prabowo berpidato di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026, Gorontalo, 24 Juni 2026 Foto: Dok. YouTube Setpres

Ia bahkan mengungkap adanya permintaan dari negara lain terhadap komoditas Indonesia, termasuk pupuk, beras, dan jagung.

"Saya ditelepon Perdana Menteri Australia, beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka? Saya bilang jual, kirim ke mereka! Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita," ujarnya.

"Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita. Silakan! Asal harganya benar ya Menteri Pertanian. Petani jangan rugi," tandas Prabowo.