Puan Minta Lahan Karhutla Jadi Kebun Sawit Diselidiki: Tak Boleh Terjadi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI. Foto: Dok. DPR RI
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI. Foto: Dok. DPR RI

Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan lahan yang terbakar dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dialihfungsikan menjadi kebun sawit.

“Dan tadi seperti ditanyakan, apakah hal-hal yang terkait karhutla kemudian sudah berubah alih fungsi, kami akan meminta pihak yang terkait untuk menyelidiki hal itu,” ujar Puan di DPR, Senyan, Selasa (8/9).

Menurutnya, penanaman sawit di lahan yang terbakar tidak boleh terjadi.

“Dan itu seharusnya tidak boleh terjadi dan harus segera diselidiki, gitu,” kata dia.

Puan juga menekankan pentingnya mitigasi dan antisipasi kebencanaan secara terpadu menyusul kondisi Indonesia sebagai negara dengan banyak daerah rawan bencana. Mitigasi dan antisipasi kebencanaan harus memprioritaskan keselamatan masyarakat.

“Indonesia masuk dalam lingkaran Ring of Fire. Karenanya memang dari masa ke masa, dari tahun ke tahun, Pemerintah itu sudah melakukan mitigasi dan antisipasi untuk melakukan semua hal terkait dengan hal tersebut, antisipasinya itu secara terpadu,” kata Puan.

“Namun karena ini memang alam, kita tidak bisa melakukan antisipasi dan mitigasi itu di mana, kapan terjadinya, dan kapan selesainya, tandas dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto adanya lahan di Kalimantan yang sempat terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi kemudian berubah menjadi kebun kelapa sawit.

Menurut Suharyanto, lahan tersebut baru saja terbakar ketika lokasi di tempat lain sudah disiapkan untuk rencana penanaman kelapa sawit.

Suharyanto juga melaporkan penangkapan pelaku pembakaran lahan di Jambi. Pelaku mengaku mendapat bayaran Rp 500 ribu untuk membakar lahan.

Prabowo kemudian bertanya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai jumlah pelaku pembakaran hutan dan lahan yang telah ditangkap.

Presiden Prabowo pimpin Ratas Perkembangan Penanganan Bencana Alam secara daring pada Senin (7/9/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Listyo menyampaikan ada ratusan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga memproses sejumlah korporasi terkait kasus karhutla.

Dalam kesempatan itu, Prabowo meminta nama-nama korporasi yang diduga terlibat karhutla segera dikirimkan kepadanya.

"Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat, jadi ini benar-benar kesengajaan, apakah ini rakyat atau korporasi?" kata Prabowo.

"Tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun yang 18," sambungnya.