Puan Minta Polisi Usut Dugaan Penganiayaan-Ancaman terhadap Koordinator BEM UI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-15 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-15 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Ketua DPR Puan Maharani meminta kepolisian segera mengusut dugaan penganiayaan dan pengancaman terhadap Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda atau Bapis.

Puan juga meminta polisi segera menemukan pelaku dugaan penganiayaan tersebut.

“Kemudian terkait dengan yang tadi disampaikan, kami akan meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa menyelidiki hal tersebut dengan sebaik-baiknya, dan kemudian segera menemukan pelakunya,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10).

instagram embed

Puan mengatakan DPR juga akan menindaklanjuti kasus tersebut melalui Komisi III DPR. Ia mengatakan, kejadian seperti ini tak boleh sampai terulang lagi.

“Tentu saja nanti di Komisi III kami akan tanyakan kenapa itu bisa terjadi, dan hal-hal seperti itu tidak boleh terulang kembali,” ujarnya.

Polisi Menyelidiki

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda atau Bapis, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut meski belum menerima laporan resmi dari korban.

“Ini kita sangat prihatin atas insiden yang terjadi. Tentunya kami dari Polda Metro Jaya akan mendalami peristiwa ini yang kejadian di Tebet, adanya pemukulan ataupun dugaan penganiayaan kepada salah satu dari organisasi mahasiswa,” kata Budi kepada wartawan di Gelora Bung Karno, Senin (5/10)

Budi menyebut pihaknya tetap melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti terkait kejadian tersebut.

Adapun informasi dugaan penyerangan terhadap Hafidz beredar di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi pada Minggu (4/10) sekitar pukul 23.50 WIB di Tebet Barat Dalam IX.

Dalam informasi yang beredar, Hafidz disebut ditendang saat mengendarai sepeda motor hingga terjatuh. Setelah itu, dia diduga dipukuli dan diancam dibunuh. Ponsel miliknya juga disebut dirampas pelaku. Muncul dugaan kekerasan yang menimpanya berkaitan dengan aktivitasnya sebagai aktivis mahasiswa yang vokal.