Sahroni Desak Pelaku Dugaan Pencabulan Murid SD Tanjung Balai Diproses Tanpa RJ

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan klarifkasi terkait percobaan penipuan terhadap dirinya yang dilakukan oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan di Jakarta, Sabtu (10/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan klarifkasi terkait percobaan penipuan terhadap dirinya yang dilakukan oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan di Jakarta, Sabtu (10/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni merespons soal kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang pria berinisial A terhadap anak di bawah umur di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Ia menilai hal tersebut mencoreng wajah pendidikan Indonesia.

"Ini perbuatan yang sangat kejam dan mencoreng rasa kemanusiaan dan wajah pendidikan di Indonesia," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (24/7).

Sahroni meminta kepada aparat penegak hukum agar pelaku dijerat hukum tanpa restorative justice.

"Saya minta penegak hukum proses ini sampai penjara tanpa ada restorative justice," ujarnya.

Lebih jauh, Sahroni juga meminta kepada pemerintah agar lebih perhatian kepada anak-anak dalam kondisi rentan.

"Ke depannya, kita juga harus lebih aware terhadap nasib anak-anak dalam kondisi rentan, seperti anak jalanan dan yatim-piatu," pungkasnya.

Ilustrasi pencabulan. Foto: StockLab/Shutterstock

Polres Tanjung Balai menetapkan seorang pria berinisial A sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Kasus ini sempat viral di media sosial, warga mengamuk menggerebek rumah tersangka A dan istrinya yang merupakan seorang Guru SD di daerah itu pada Rabu (23/7) malam.

"Sudah, sudah. Statusnya sekarang tersangka," kata Kasatreskrim Polres Tanjung Balai Iptu Benjamin Silaban kepada kumparan, Kamis (23/7).