Seskab Teddy Dinilai Berani Pasang Badan Bela Kebijakan Prabowo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Setkab Teddy Indra Wijaya (kanan) menerangkan saat rapat penanganan karhutla di Landasan Udara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).  Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Setkab Teddy Indra Wijaya (kanan) menerangkan saat rapat penanganan karhutla di Landasan Udara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dinilai menjadi figur paling aktif di lingkaran istana dalam membangun komunikasi publik terkait agenda-agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Teddy juga dianggap paling berani pasang badan membela kebijakan pemerintah di tengah sikap menteri lain yang kerap menghindar dari perhatian publik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin menyoroti intensitas komunikasi publik yang dilakukan Teddy. Menurutnya, Teddy merupakan sosok yang konsisten berada di garis terdepan dalam menyampaikan narasi agenda-agenda Prabowo kepada masyarakat.

"Seskab Teddy yang paling banyak membangun komunikasi publik mengenai agenda-agenda Presiden. Ia selalu pasang badan untuk menjelaskan berbagai kebijakan Presiden secara langsung," ujar Burhanuddin, Selasa (29/9).

Burhanuddin mengkritik sikap sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih yang dinilainya cenderung sembunyi atau mencari aman ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang kurang populer, atau berisiko menuai kritik masyarakat.

Ia memberi gambaran saat pemerintah menghadapi situasi dinamis, seperti sosialisasi kebijakan penataan anggaran program prioritas nasional, dinamika operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga isu efisiensi birokrasi dan penyesuaian regulasi di kementerian/lembaga.

Ketika menteri sektor terkait kerap enggan tampil memberikan klarifikasi, Teddy justru dinilai menjadi pihak yang maju memberi penjelasan resmi demi meluruskan persepsi publik.

"Banyak menteri yang justru 'ngumpet' saat ada kebijakan yang kurang populer. Di saat-saat seperti itulah Seskab Teddy selalu tampil di depan untuk membela dan pasang badan bagi Presiden," tutur Burhanuddin.