Tak Ada Menhut Raja Juli saat Prabowo Cek Karhutla Kalimantan-Sumatera

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto turun langsung menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Setelah meninjau Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8). Kemudian, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Sumatera dengan mendatangi Riau pada Selasa (24/8).

Dalam rangkaian tersebut, Prabowo tak sekadar meninjau lokasi kebakaran. Ia memimpin rapat penanganan karhutla bersama jajaran pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta lembaga terkait.

Dalam 2 kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tak terlihat.

Dalam rapat di Kalimantan Barat, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut sejumlah pimpinan kementerian/lembaga pusat dan pemerintah daerah hadir.

Teddy mencatat rapat tersebut dihadiri delapan pimpinan kementerian/lembaga pusat, 10 pimpinan pemerintah daerah, gubernur, kapolda, pangdam, Basarnas, BMKG, dan BPBD. Nama Menteri Kehutanan tidak tercantum dalam daftar yang disampaikan tersebut.

Mendagri Tito Karnavian mendampingi Presiden Prabowo Subianto pimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026). Foto: Kemendagri RI

Rapat kemudian berlanjut di Kalimantan Tengah. Di Posko Aju Penanganan Karhutla di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Prabowo kembali menerima laporan langsung mengenai kondisi karhutla dan kebutuhan penanganannya.

"Setelah tadi dari posko di Kalimantan Barat, di sini di Posko Aju, Kalimantan Tengah, Palangka Raya, telah hadir beberapa menteri, Kepala Staf Angkatan Darat, Wakapolri, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Kalimantan Tengah," kata Seskab Teddy saat membuka rapat.

Sekali lagi, Menteri Kehutanan tidak disebut dalam daftar pejabat yang hadir dalam rapat tersebut.

Padahal, urusan karhutla memiliki kaitan langsung dengan tugas Kementerian Kehutanan. Bahkan dalam rapat di Kalteng, Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib menyebut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya telah memberikan supervisi dan arahan dalam penanganan karhutla di daerah tersebut.

"Ucapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada Bapak Presiden yang melalui kementerian teknis juga telah memberikan supervisi penanggulangan karhutla kepada Provinsi Kalimantan Tengah, yakni dengan kunjungan Kepala BNPB, Bapak Menko Polkam, Bapak Menhut, dan Bapak Wamenko bidang Pangan," kata Ahmad Toyib.

Sementara itu, Prabowo dalam dua rapat tersebut mengambil sejumlah keputusan langsung untuk memperkuat operasi penanganan karhutla.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Camp Peat Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026). Foto: Kementerian Kehutanan

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo meminta penambahan berbagai peralatan.

"Beberapa hal juga langsung diputuskan oleh Bapak Presiden, penambahan-penambahan peralatan, mulai dari helikopter untuk water bombing, kemudian pompa air, kemudian di sini tadi juga membutuhkan pompa untuk sumur bor, juga penambahan personel," kata Prasetyo.

Prabowo juga meminta penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman, tetapi diperkuat dengan pencegahan dan penegakan hukum.

Dalam rapat tersebut, Prabowo bahkan meminta aparat menyelidiki korporasi yang diduga memerintahkan pembakaran lahan. Jika terbukti, izin perusahaan diminta dicabut.

Sementara itu, setelah menyelesaikan kunjungan di Kalimantan, Prabowo pada Senin (24/8) melanjutkan pengecekan penanganan karhutla di Sumatera, dimulai dari Riau. Fokus pemerintah kemudian diperluas ke Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Hingga rangkaian kunjungan Presiden ke Kalimantan dan kemudian Sumatera ini, nama Menhut Raja Juli Antoni tidak tampak dalam daftar pejabat yang hadir pada dua rapat utama Prabowo di Kalimantan dan Sumatera.

Bahkan, dalam rapat di Posko Aju, Riau, yang diajak Prabowo adalah Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendagri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BIN Muhammad Herindra.

kumparan telah mengontak Raja Juli untuk meminta keterangannya terkait hal ini, namun belum ada respons darinya.