Tim Garuda Raih Emas di Asian Games, Puan: Penghargaan Atlet Perlu Ditingkatkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Kontingen Indonesia kembali menambah perolehan medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Salah satu tambahan emas dipersembahkan lifter Rahmat Erwin Abdullah dari cabang olahraga angkat besi.

Atas pencapaian tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi sekaligus mendorong agar penghargaan dan dukungan terhadap atlet diberikan secara utuh, tidak hanya ketika mereka meraih prestasi, tetapi juga sepanjang perjalanan karier hingga setelah masa bertanding berakhir.

“Selamat kepada kontingen Indonesia yang terus menunjukkan prestasi terbaiknya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tambahan-tambahan medali, termasuk medali emas dari cabang olahraga angkat besi, membuktikan Tim Garuda bisa terus terbang tinggi,” kata Puan dalam keterangannya, Senin (28/9).

Lifter Rahmat Erwin Abdullah berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia dari nomor angkat besi kelas 75 kilogram putra. Tidak hanya meraih emas, Rahmat juga mencatatkan dua rekor dunia melalui angkatan clean and jerk seberat 206 kilogram dan total angkatan 366 kilogram.

Puan menyebut pencapaian Rahmat Erwin menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja panjang Rahmat bersama keluarga, pelatih, dan seluruh pihak yang mendampinginya. Rahmat telah membuat Indonesia bangga,” tuturnya.

“Di balik penampilan Rahmat pada hari pertandingan, ada tahun-tahun latihan, pengorbanan, dan dukungan orang-orang terdekat. Atas nama DPR RI, saya menyampaikan terima kasih kepada mereka semua,” imbuh Puan.

Selain satu medali emas, Kontingen Indonesia hingga Senin (28/9) siang WIB juga menambah tiga medali perunggu. Dua perunggu berasal dari cabang bulutangkis melalui Alwi Farhan serta pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Satu medali perunggu lainnya dipersembahkan dari cabang BMX Racing.

Sebelumnya, Tim Esports Indonesia juga berhasil meraih medali perak pada nomor MOBA Pokemon Unite Asian Games 2026.

Dengan tambahan medali tersebut, hingga Senin siang koleksi Indonesia mencapai 2 emas, 5 perak, dan 20 perunggu atau total 27 medali. Indonesia sementara menempati posisi ke-14 dalam klasemen medali Asian Games 2026.

Peluang Indonesia untuk kembali menambah medali emas masih terbuka seiring berlanjutnya kompetisi Asian Games 2026 di Jepang. Ganda putra bulutangkis Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil melaju ke partai final setelah menyingkirkan unggulan teratas asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.

Peluang terciptanya final sesama wakil Indonesia juga terbuka apabila Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mampu mengalahkan Liang/Wang. Sementara itu, dari nomor ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga berhasil memastikan tempat di final bulutangkis Asian Games 2026.

Puan pun mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada seluruh atlet dan tim pendukung Kontingen Indonesia yang masih berjuang di Jepang.

“Mari kita terus berikan dukungan dan semangat bagi para atlet dan seluruh tim pendukung Kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Saya meyakini, Tim Garuda akan terus menambah raihan medali yang akan semakin mengharumkan nama bangsa,” ujar Puan.

Di tengah capaian tersebut, Puan juga menyoroti pentingnya penghargaan dan perlindungan bagi atlet yang diberikan secara berkelanjutan sepanjang perjalanan hidup mereka.

“Selama masih bertanding, atlet membutuhkan kesempatan untuk menjaga kondisi dan meraih prestasi berikutnya. Maka perlu ada peningkatan penghargaan yang diberikan Negara kepada mereka,” jelas Ketua Dewan Pengarah Panitia Nasional Asian Games 2018 ini.

Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berpose dengan medali emas yang diraihnya pada angkat besi kelas 75 kilogram Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

“Pada saat mereka menghadapi cedera atau kelak mengakhiri masa bertanding, mereka juga perlu mengetahui bahwa pengalaman dan pengabdiannya tetap dihargai oleh Negara,” lanjut Puan.

Karena itu, Puan mendorong Pemerintah untuk menyusun jaminan yang memberikan kepastian kepada atlet terkait dukungan kesehatan, kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengembangkan kemampuan lain, serta peluang untuk berkarya setelah pensiun dari dunia pertandingan.

“Bentuknya perlu disesuaikan dengan kebutuhan atlet, yang didengar secara langsung, sehingga dukungan negara benar-benar dapat digunakan ketika diperlukan,” paparnya.

Menurut Puan, para atlet telah mempersembahkan masa terbaik dalam hidup mereka untuk mengharumkan nama bangsa. Karena itu, masa depan setelah berakhirnya karier kompetitif juga perlu mendapat perhatian.

“Pengalaman atlet sangat berharga bagi Indonesia, sehingga Negara perlu memberi jaminan kepada mereka untuk tetap bisa berkarya saat mereka sudah tidak lagi bertanding di lapangan,” ucap Puan.

Puan menambahkan bahwa kepastian masa depan atlet juga memiliki dampak bagi keluarga dan generasi muda yang ingin menekuni dunia olahraga.

“Keluarga yang mendukung anaknya menekuni olahraga perlu melihat bahwa pilihan tersebut dapat dijalani dengan martabat dan harapan,” tambah perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Menurut Puan, penghargaan yang baik terhadap masa depan atlet dapat menunjukkan bahwa kerja keras mereka dihargai negara, baik ketika berhasil meraih medali maupun ketika memasuki tahap kehidupan berikutnya.

“Tentunya kami di DPR akan mengawal agar komitmen Pemerintah kepada atlet dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ungkap Puan.

Wamenpora Taufik Hidayat (tengah) berswafoto dengan sejumlah pebulu tangkis putra Indonesia usai penyerahan medali nomor beregu putra Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, Kamis (24/9/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Puan menegaskan bahwa prestasi Kontingen Indonesia di Asian Games 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi bangsa, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi para atlet yang telah berjuang meraih pencapaian tersebut.

"Perolehan medali dan rekor dunia di ajang kompetisi internasional menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Kita merayakan pencapaian hari ini, sekaligus memastikan para atlet dan tim memiliki dukungan untuk menjalani hari-hari setelahnya dengan percaya diri,” tutup Puan.