TKP Wanita Diduga Dibius di Lapangan Sempur: Tempat Nongkrong, CCTV Mati

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CCTV dalam kondisi tak berfungsi yang berada di area Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor pada Sabtu (13/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CCTV dalam kondisi tak berfungsi yang berada di area Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor pada Sabtu (13/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Seorang wanita berinisial S (46) ditemukan terkapar dalam kondisi tak sadarkan diri di Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor pada Kamis (11/6) malam. Di taman tersebut, didapati adanya kamera pengawas namun ternyata tidak berfungsi.

Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi pada Sabtu (13/6) siang, terlihat cukup ramai warga sedang duduk lesehan di area Taman Kaulinan. Beberapa anak nampak berlalu-lalang dan bermain perosotan yang terletak di bagian utara taman.

Di antara mereka, ada beberapa pedagang yang berjualan makanan atau minuman hingga mainan anak-anak. Di sisi barat taman, ada rumah pohon yang terdapat satu kamera CCTV di area kanopinya dengan menyorot ke area taman.

Namun, kamera tersebut mati. Hal tersebut dibenarkan oleh park ranger di lokasi.

“Iya, ini kondisi mati,” ujar Denis (28), salah satu park ranger saat ditemui di lokasi.

Denis tidak mengetahui pasti sejak kapan CCTV tersebut terpasang dan juga mati. Hal itu karena setiap dua bulan sekali, park ranger harus menjaga taman yang berbeda di Kota Bogor.

“Soalnya kan kita per dua bulan sekali tuh di-rolling. Jadi kita nggak tahu pas kita di-rolling tuh di Sempur tuh ada apa, ada apa yang diperbaharui apa-apanya,” tutur Denis.

Sementara itu, mengenai adanya kasus wanita yang terkapar di lokasi, Denis mengaku tak mengetahui secara langsung peristiwa tersebut. Ia mengetahuinya dari informasi yang beredar.

“Dengar berita dari kawan-kawan terus lihat juga di media kan, ada kejadian entah hipnotis entah apa gitu. Kalau lihat kejadiannya, kebetulan saya-nya lagi off,” ucap Denis.

“Kurang tahu juga (terkapar) di sebelah mana, di sebelah mana-nya,” imbuhnya.

CCTV dalam kondisi tak berfungsi yang berada di area Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor pada Sabtu (13/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Belum Pernah Ada Kriminalitas

Meski begitu, Denis mengungkapkan kriminalitas di area taman tersebut belum pernah ada sebelumnya. Katanya, kriminalitas pernah terjadi di area luar taman tepatnya bagian trotoar.

“Bukan di taman ini. Paling banyak sih di area trotoar (jalan) SSA (Sistem Satu Arah) yang ini. Jadi korbannya tuh antara masih kalau dilihat SMP gitu, anak kecil gitu ya, yang masih bisa dikelabui lah,” jelasnya.

Denis pun menjelaskan keramaian yang terlihat di Taman Kaulinan memang sering terjadi pada pagi hari hingga pukul 10.00 WIB. Namun setelah itu, relatif sepi dan kembali ramai pada sore hari oleh warga yang berolahraga.

“Kecuali hari Sabtu-Minggu tuh weekend, ya ramenya mungkin (sampai) jam 11-an juga udah sepi lagi, nanti rame-rame lagi sore gitu,” katanya.

Taman ini beroperasi hingga pukul 22.00 WIB yang ditandai dengan petugas mulai menutup pintu akses terowongan dari trotoar jalan menuju ke area taman. Meski demikian, petugas berjaga selama 24 jam.

“Kalau penjagaan 24 jam dibagi dua shift. Dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam nanti naik lagi jam 8 malam sampai jam 8 pagi,” ungkap Denis.

“Pengawasannya ya kita paling antara dua jam sekali ya, dua jam sekali itu muter monitoring,” sambungnya.

Suasana keramaian area Taman Kaulinan di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Sabtu (13/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Kata Denis, sebelum taman tutup pada pukul 22.00 WIB, kerap kali masih ada yang berkumpul di area taman. Namun jumlahnya tidak banyak.

“Ya paling yang nongkrongnya masih kehitung lah,” tandasnya.

Sebelumnya, S ditemukan terkapar tak sadarkan diri oleh ranger park di lokasi pada Kamis pukul 20.00 WIB. Kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo, korban diketahui dibius oleh pria yang dikenalnya dari media sosial.

"Diduga wanita tersebut berkenalan dengan seseorang di media sosial dan dibius oleh orang yang dikenalnya tersebut, selanjutnya diamankan ke pos park ranger," kata Waluyo dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, korban dijemput pihak keluarga dan kembali dirujuk ke RSUD Ciawi.

Dalam peristiwa ini, korban kehilangan telepon genggam, dompet, dan uang tunai sekitar Rp 200 ribu. Polisi pun masih melakukan pendalaman terkait dugaan kasus tersebut.