Dari Yogyakarta ke Timur Indonesia: Mengubah Cerita Qurban Menjadi Kenyataan
Tulisan dari Fifin Anggela Prista tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KKN Mandiri Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) Generasi 11 secara resmi membuka program penyaluran qurban ke Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, sebagai upaya menghadirkan pemerataan kebahagiaan Idul Adha hingga ke wilayah pelosok yang selama ini jarang tersentuh.
Program ini lahir dari sebuah cerita kecil seorang warga tentang Idul Adha. Katanya, setiap tahun mereka selalu mendengar kabar yang sama, tentang penyembelihan qurban di tempat lain, tentang orang-orang yang pulang membawa daging, tentang suasana yang ramai dan penuh syukur.
Sementara di kampung mereka, pagi itu seolah berjalan lebih tenang. Anak-anak hanya mendengar cerita, orang dewasa hanya berharap, bukan karena mereka tidak menanti, tetapi karena qurban tidak selalu sampai ke sana setiap tahunnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim PENA Generasi 11 menghadirkan inisiatif penyaluran qurban yang diarahkan langsung ke Desa Nanga Mbaling, harapannya sederhana, agar kebahagiaan Idul Adha tidak hanya menjadi cerita sumbang yang mengawang, tetapi juga menjadi kenyataan yang bisa mereka kenang.
Bagi yang tahun ini berencana berqurban, tersedia kesempatan untuk menyalurkannya melalui program kami. Tidak perlu mengeluarkan dana yang menyekik, cukup dengan harga terjangkau anda sudah bisa menunaikan kewajiban dan menjadi bagian dari kisah sederhana kami di ujung Timur Indonesia.
“Ini bukan sekadar tentang qurban, tetapi tentang menghadirkan rasa yang selama ini hanya menjadi cerita. Kami ingin memastikan bahwa Idul Adha juga benar-benar terasa bagi semuanya, bukan hanya sekadar cerita belaka ,” ujar perwakilan tim PENA Generasi 11.
Bagi masyarakat yang belum berkesempatan untuk berpartisipasi secara langsung, tim juga mengajak untuk turut menyebarluaskan informasi ini, agar semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut mengambil bagian dalam kebaikan yang sama.
“Karena kadang, satu qurban yang diarahkan sedikit lebih jauh, bisa menghadirkan kebahagiaan yang terasa lebih dekat.”

