Mendulang Rupiah dari Limbah Konveksi Kain Perca

Tulisan dari Peluang Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini peluang bisnis bisa didapat dari mana saja, tak terkecuali hanya bermodal bahan bekas seperti kain perca. Banyaknya limbah kain dari konveksi akan sia-sia begitu saja jika tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.
Padahal limbah kain perca merupakn bahan yang mudah untuk dikreasikan, namun seringkali masih banyak pekerja konveksi menilai kain perca hanya sekadar limbah yang tidak memiliki nilai ekonomis. Padahal, dari modal kain perca saja bisa loh dijadikan bisnis menguntungkan jika diolah dan dipasarkan secara tepat.
Bahkan pria di Yogyakarta bernama Janu Riwayat memanfaatkan peluang ini untuk dijadikan barang dengan nilai tinggi, bahkan berawal dari modal Rp 500.000 kini ia bisa mendulang omzet sebesar Rp 12 juta per bulan. Bisnis kain perca Danu diberi nama Aaya Batik Jogja.
Usahanya ini berawal dari banyaknya sampah konveksi yang terbuang di sekitar rumahnya. Dari sana Danu memanfaatkan benda tak terpakai itu menjadi sebuah tas untuk dijual kembali. Ia belajar pun hanya bermodal buku untuk mengetahui cara merakitnya menjadi satu tas yang utuh.
Sekarang tas perca miliknya ini bahkan bisa dijual dari harga Rp 20.000 hingga Rp 60.000, dan tas yang dibuat merupakan hasil karya sendiri bukan jiplakan. Alhasil banyak pelanggan yang puas karena merasa tas menjadi limited edition.
Nah buat kamu yang ingin memanfaatkan limbah konveksi seperti Danu, berikut ini alasan mengapa kain perca bisa jadi bisnis yang menguntungkan:
1. Modal Awal Terjangkau
Untuk memulai bisnis ini, bahan baku yang kamu perlukan adalah kain perca, benang, jarum dan juga plastik kemasan. ntuk permulaan, kamu cukup mengalokasikan modal sebesar Rp 3.000.000 untuk hal-hal tersebut.
Selain bahan baku, tentunya kamu juga membutuhkan mesin jahit, gunting, dan juga etalase penyimpanan untuk proses produksi kerajinan kain perca tersebut. Untuk kebutuhan ini, kamu hanya membutuhkan modal tambahan sekitar Rp 4.000.000 agar bisnis kain percamu bisa berjalan.
Sisanya, kamu mungkin butuh menyiapkan biaya sebesar Rp 2.000.000 untuk keperluan operasional dan promosi seperti membayar upah pekerja, biaya listrik, dan juga cetak kartu nama. Hal-hal ini cukup penting, karena tanpa adanya kegiatan operasional dan promosi yang baik, bisnismu akan sulit menembus pasar.
Jika dihitung maka modal awal untuk memulai bisnis ini tidak sampai Rp 10 juta. Apalagi jika sebagian alatnya sudah kamu punya di rumah dan kamu yakin bisa bekerja sendiri agar tidak mengeluarkan gaji untuk karyawan.
2. Beragam Jenis Barang dari Kain Perca
Untuk awal, kamu mungkin bisa memproduksi beberapa kerajinan seperti taplak meja, sarung bantal, celana, hingga tote bag. Kerjainan semacam ini cocok untuk kamu pasarkan dengan harga terjangkau, sembari kamu mempelajari cara mendistribusikan produkmu dan mencari jaringan pelanggan yang tepat.
Setelah cukup berpengalaman, kamu bisa mulai mengeksplorasi kerajinan dengan harga jual yang lebih mahal seperti boneka, karpet, bean bag, atau bahkan sofa. Dengan seiring bertambahnya pengalaman dan kreativitasmu dalam membaca keinginan pasar, kerajinan kain perca yang sanggup kamu produksi akan semakin beragam.
3. Targer Pasar yang Sangat Luas
Selain modal awal yang minim dan banyaknya ragam jenis olahan. Manfaat kain perca lain adalah targetnya yang luas. Umumnya karena kain pera bisa dijadikan pakaian, celana, rok atau tas, maka konsumen kamu nantinya akan berasal dari semua jenis umur dan kalangan. Apalagi jika produk yang kamu hasilkan unik dan tidak semua orang punya, maka itu akan menambah nilai dari kain perca yang kamu jual. Bagaimana tertarik untuk memulai bisnis ini?
