Konten dari Pengguna

Meraup Cuan dari Kematian: Bisnis Karangan Bunga hingga Make Up Jenazah

Peluang Bisnis

Peluang Bisnis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Peluang Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi meninggal Gambar oleh carolynabooth dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meninggal Gambar oleh carolynabooth dari Pixabay

Kematian selalu menjadi momen memilukan bagi keluarga, teman dan kerabat dekat tentunya. Setiap jiwa yang hidup akan mati pada akhirnya. Memang hal itu terdengar seram, namun bagi sebagian orang adanya kematian juga sebagai pertanda buat menyambung kehidupan.

Hal seperti ini dilihat menjadi suatu peluang bisnis yang bisa dilakukan banyak orang, asal jeli dan tahu medan yang akan dilakoni. Peluang usaha itu sendiri bisa dirintis dari skala kecil hingga skala menengah yang membutuhkan modal besar dan perizinan pendirian yayasan. Jika kamu tertarik dengan bisnis yang satu ini, berikut usaha yang memanfaatkan kematian utnuk jadi peluang bisnis yang menguntungkan:

1. Yayasan Kepengurusan Jenazah

Kepengurusan jenazah menjadi bisnis yang akan selalu ada dan tidak akan sepi peminat. Biasanya yayasan seperti ini dijalankan oleh yayasan pendidikan Islam seperti Yayasan Bunga Melati Indonesia, Yayasan Al-Azhar, hingga PPK Tabitha Jakarta. Namun tak jarang ada juga untuk kepengurusan jenazah di luar Islam seperti Yayasan Katolik Santo Yusuf Paroki Santo Kritoforus di Jakarta Barat misalnya.

Bisnis ini sendiri memang membutuhkan modal yang cukup besar untuk pengadaan ambulans jenazah dan perlengkapan lainnya, serta membutuhkan tenaga profesional. Selain itu, diperlukan kantor representatif yang bisa dikunjungi oleh calon klien sewaktu-waktu mereka membutuhkan.

2. Bisnis Lahan Pemakaman

Pemakaman San Diego Hills. Foto: salesandiegohills.com

Di kota-kota besar, luas lahan yang semakin sempit dan harganya yang semakin melambung tinggi, membuat lahan pemakaman semakin sulit dicari. Tidak heran jika di Karawang sendiri beberapa grup bisnis properti melirik bisnis ini seperti pemakaman mewah San Diego Hills, Graha Sentosa, Al-Azhar Memorial Park, dan lainnya.

Bisnis lahan makam sendiri tentu syaratnya adalah memiliki tanah yang luas dan bersedia dijadikan pemakaman. Untuk membuat pemakaman yang bagus, biasanya keluarga mendiang akan membayar sewa lahan dan perawatan makam setiap bulannya. Atau dengan membayar sejumlah harga tertentu ketika membeli lahan yang nantinya sudah termasuk biaya sewa lahan dan perawatan seumur hidup. Bisa juga dengan sistem jual putus.

Tentu kita masih ingat perihal harga makam selangit yang mencapai ratusan juta. Bahkan ada yang sudah memesan sebuah makan dari jauh hari dan mempersiapkan ketika kematian sudah di depan mata. Nah hal tersebut menjadi target yang bisa dilihat sekarang ini dan bisa menjadi bisnis yang menguntungkan.

3. Bisnis Peralatan Jenazah

Ilustrasi peralatan jenazah. Foto: bicarasurabaya.com

Dalam suatu pemakaman pasti ada alat-alat penunjang yang dibuuhkan seperti kain kafan, tempat pemandian, perias makeup jenazah hingga pembuatan batu nisan. Hal tersebut agaknya menjadi benda yang akan dicari dan tidak mungkin diolah sendiri oleh keluarga. Maka di sinilah peran jasa penyedia untuk menawarkan bantuannya kepada keluarga yang ditinggalkan.

4. Bisnis Karangan Bunga

Karangan bunga di rumah Almarhum Hunaedi. (Foto: Nabila Fatiara/kumparan)

Ide bisnis yang satu ini sebetulnya gak cuma ramai karena ada orang meninggal. Bisnis karangan bunga juga bisa dapat konsumen dari mereka yang pengin memberi ucapan selamat, misalnya pernikahan atau peluncuran produk.

Namun bisnis ini akan sangat digandrungi mendekati saat bulan Ramadhan atau saat kunjungan ziarah. Biasanya kegiatan seperti ini banyak ditemukan di depan pemakaman atau jika mempunyai tempat sendiri bisa dibuat di toko. Namun yang paling penting pengantaran karangan bunga harus tepat waktu, jadi diperlukan tanggung jawab dan disiplin dari pedagangnya.

Jika kamu diperintahkan untuk membuka salah satu bisnis di atas, mana yang harus dipilih?