Peluang Bisnis: Tembakau Tingwe, Bisnis Untung saat Harga Rokok Melambung

Tulisan dari Peluang Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi perokok, musim hujan menjadi waktu yang pas untuk menikmati rokok favorit. Suhu udara yang dingin bisa menjadi terasa lebih hangat karena manisnya asap dari tembakau yang terbakar pelan-pelan.
Menjual tembakau tingwe atau “linting sendiri” bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Banyak sekali yang menyediakan tembakau tersebut di E-commerce salah satunya, tapi kamu bisa menjadikannya sebagai peluang bisnis dengan cara menjual tembakau tersebut dengan keadaan sudah dipilin.
Kamu bisa memulai bisnis ini dengan mencari tembakau dan juga kertas papir. Dilansir dari salah satu E-commerce, tembakau linting memiliki harga Rp 16.000 per 40 gram. Adapun kertas papir bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 5.000 untuk 300 hingga 400 lembar, dan plastik klip ukuran 12 x 20 seharga Rp. 10.800 per 100 lembar. Seandainya kamu mau memulai bisnis ini dengan 200 gram tembakau, berarti kamu memerlukan modal sebesar Rp 95.800.
Seandainya kamu menjualnya per bungkus dengan isi 4 batang rokok berbobot 4 gram seharga Rp 6.000, kamu bisa mendapat keuntungan sebesar Rp 300.000. Jika kamu ingin membeli plastik kemasan lagi, berarti kamu mendapat keuntungan bersih sebesar Rp 289.200.
Buat kamu yang tertarik dengan peluang bisnis ini, berikut adalah beberapa alasan mengapa bisnis ini menguntungkan:
1. Harga rokok yang semakin mahal
Naiknya harga rokok yang beriringan dengan naiknya harga cukai membuat beberapa perokok merasa keberatan. Bisnis rokok tingwe ini bisa menjadi opsi yang lebih ekonomis untuk para perokok.
2. Rasa yang lebih beragam
Tembakau tingwe memiliki jenis dan rasa yang beragam. Kamu bisa menemukan tembakau rasa buah-buahan, madu, susu, bahkan rum.varian rasa tersebut bisa menarik perhatian perokok yang sudah bosan dengan rasa rokok yang itu-itu saja. pastikan juga semua pembeli kamu sudah cukup umur dan bukan ibu hamil.
